SuaraJogja.id - Kemarau panjang di sejumlah kabupaten di DIY tidak hanya membuat tiga Gunungkidul, Sleman dan Kulon Progo mengalami kekurangan air. Sejumlah lahan di Gunung Kidul pun saat ini mengalami puso atau gagal panen.
Mengetahui hal ini, Pemda DIY pun menyiapkan dana kebencanaan pasca penetapan Siaga Darurat Bencana Kekeringan yang diberlakukan 31 Agustus 2024 mendatang. Dana kebencanaan tersebut berada di masing-masing kabupaten/kota.
"Saya tidak tahu persis berapa hektarenya yang tahu [pemerintah] kabupaten-kota, itu punya dana untuk kebencanaan itu included kekeringan dan sebagainya," ujar Gubernur DIY, Sri Sultan HB X di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Senin (19/8/2024).
Sultan menyebutkan, selain kabupaten/kota, Pemda DIY juga menyiapkan backup anggaran. Dana ini digunakan bilamana angggaran yang dimiliki kabupaten/kota tidak cukup untuk mengatasi masalah kekeringan.
Namun anggaran tersebut baru bisa dialokasikan bilamana kabupaten/kota mengajukan ke Pemda DIY. Sebab penganggaran akan diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), termasuk urusan administratif seperti penerbitan Keputusan Gubernur.
"Kita juga punya itu [anggaran kebencanaan, njagani [jaga-jaga] kabupaten kota jebol anggarane [habis anggarannya], kita bisa ikut membantu," tandasnya.
Sementara Kepala Bidang Tanaman Pangan DPKP DIY Andi Nawa Candra mengungkapkan, gagal panen akibat kekeringan di Gunung Kidul kebanyakan terjadi pada tanaman padi. Kawasan tersebut merupakan lahan tadah hujan yang tidak beririgasi teknis.
"Detail luasan bisa ditanyakan ke kabupaten," jelasnya.
Andi menambahkan, pihaknya sudah melakukan sejumlah upaya untuk menangani kekeringan. Diantaranya memanfaatkan pompa air bila masih ada sumber air.
Baca Juga: "Ojo Kesusu Rabi!": Wayang Cakruk jadi Ajang Edukasi Cegah Nikah Dini di Gunungkidul
"Ini kami lakukan untuk menyelamatkan pertanaman yang memasuki fase generatif," imbuhnya.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Berita Terkait
Terpopuler
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- Operasi Politik Presisi Prabowo: Preteli Siji-siji
- Kekayaan Jusuf Hamka yang Dilaporkan Hary Tanoesoedibjo ke Polisi
- Jaksa Agung Burhanuddin Muncul di Istana, Bantah Bakal Dilantik jadi Jampidum
- 3 Sepatu Lokal Paling Nyaman dan Empuk untuk Jalan Terbaik Menurut Review
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
Luky Alfirman Jadi Wamenkeu, Pengamat: Bisa Jadi Akal-akalan Amankan Jalan Politik 2029
-
Kasus Bolosego Alkid Dinyatakan Bukan Pemerasan, Lalu Mengapa Ada Polisi Diproses Propam?
-
Isu Ijazah Gibran Disinyalir Tutupi Riuhnya Reshuffle Kabinet, Pengamat UngkapPermainan Politik
-
Mutasi 88 Perwira Belum Cukup! JPW Minta Kapolri Baru Sikat Habis Masalah Sampai ke Polsek
-
Pilur Serentak Bantul Digelar Besok, 15 TPS Dipetakan Rawan hingga Sangat Rawan