SuaraJogja.id - Satreskrim Polresta Yogyakarta mengungkap kasus penganiayaan dengan pengeroyokan yang menyebabkan orang meninggal dunia. Sembilan tersangka telah berhasil diamankan atas kasus tersebut.
Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta Kompol Probo Satrio menuturkan kasus ini sempat dibuat seolah-seolah hanya kecelakaan lalu lintas biasa oleh para tersangka. Berdasarkan keterangan dari para tersangka, hal itu dilakukan setelah terinsipari dari kasus pembunuhan Vina Cirebon.
"Yang menarik ini membuat skenario seolah adanya kecelakaan, terinsipirasi kasusnya Vina. Jadi mereka ini mengatakan kok bisa ada seperti ini karena lihat televisi terinsipirasi kasus Vina Cirebon," kata Probo, saat rilis kasus di Mapolresta Yogyakarta, Jumat (23/8/2024).
Kasus ini terungkap setelah ayah korban merasa curiga dengan informasi kejadian kecelakaan yang menimpa anaknya. Kecurigaan itu bermula saat ayah korban mendapat informasi dari ketua RW yang menerangkan anaknya berinisial F (30) dalam keadaan kritis di rumah sakit usai kecelakaan.
Mendapat informasi itu, ayah korban langsung bergegas ke rumah sakit untuk memastikan kondisi anaknya. Saat bertemu dokter, dia dijelaskan bahwa korban saat itu diantar oleh orang tidak dikenal dan dikatakan bahwa terjadi kecelakaan lalu lintas di kawasan Embung Langensari.
Dokter mengatakan bahwa hp korban juga tidak ada. Selanjutnya sehari kemudian, kondisi korban yang semakin kritis membuatnya harus dipindahkan ke ruang ICU.
"Pelapor [ayah korban] mendapat penjelasan dari dokter bahwa korban mengalami luka pukulan benda tumpul di bagian kepala belakang sebelah kiri dan bekas sulutan rokok di wajah. Serta di atasnya terdapat jahitan, ini mungkin luka lama," ungkapnya.
Dari situ kecurigaan ayah korban semakin besar. Setelah itu dia akhirnya memutuskan melaporkan peristiwa itu ke Polresta Yogyakarta pada Senin (19/8/2024) kemarin.
Ayah korban sendiri sudah sempat membuat pengaduan ke Polsek Gondokusuman terkait kecelakaan yang menimpa anaknya. Namun dari anggota yang sudah melakukan pengecekan di lokasi Embung Langensari tidak ditemukan bekas-bekas kecelakaan lalu lintas.
Baca Juga: Penganiayaan Gunakan Airsoft Gun, Dua Orang di Sleman Dicokok Polisi
"Kemudian petugas [Satreskrim Polresta Yogyakarta] juga setelah melakukan pengecekaan ke rumah sakit, kami mempelajari cctv yang ada di rumah sakit. Kemudian dari hasil cctv itu kita kembangkan, akhirnya kita bisa mengetahui bahwa orang-orang yang mengantar korban ke RS bisa kita ketahui identitasnya," terangnya.
Selain itu, petugas turut menganalisa kendaraan sepeda motor yang dibawa ke rumah sakit. Ternyata sepeda motor itu milik korban yang sudah dirusak oleh salah satu pelaku agar terjadi seolah-seolah kecelakaan.
"Jadi perkara ini awalnya dibuat skenario seolah-olah kecelakaan lalu lintas tapi dalam perkembangannya kita lakukan penyelidikan ternyata ini terjadi pengeroyokan," tandasnya.
Disampaikan Probo, satu per satu pelaku pengeroyokan itu terungkap usai pemeriksaan cctv. Dari sana diketahui bahwa sepeda motor korban itu dirusak pelaku di tempat kejadian perkara yakni di sebuah tempat futsal di Jalan Kusumanegara, Kota Jogja.
Saat dilakukan olah TKP pun, polisi menemukan beberapa barang bukti. Di antaranya bercak darah di karpet tempat penganiayaan korban dan di beberapa pakaian para pelaku.
"Korban dari sana [TKP] itu dibawa ke rumah sakit Bethesda Lempuyangwangi. Jadi tidak ditaruh di jalan tapi dibawa ke rumah sakit dan dikatakan kepada dokter bahwa ini terjadi kecelakaan. Ini sepeda motor korban [diberikan] cuma hp tidak diberikan. Jadi seolah-olah skenario ini terjadi kecelakaan," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bagaimana Cara Cek NIK Terindikasi Judol atau Tidak? Begini Langkah Mudahnya
- Buruh di Jogja Geruduk Kantor Gubernur DIY, Tantang Sultan Buktikan Keistimewaan untuk Pekerja
- KPK Ungkap Riwayat Tanah Kavling Pesantren Darul Istiqamah Maros, Minta Hak Warga Dituntaskan
- Cegah Papua Jadi 'Sudan Kedua', Pemerintah Diminta Tarik Pendekatan Militeristik dan Buka Dialog
- 5 Eye Cream Kemasan Jar untuk Bikin Area Mata Tampak Cerah dan Awet Muda
Pilihan
-
WNI 18 Tahun Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Ada Barbuk 25 Kg Sabu dan Heroin
-
Akhirnya Buka Suara Usai KPK Usut Korupsi di ATR/BPN, Ini Penjelasan Lengkap Nusron Wahid
-
Pria yang Tendang Perempuan di Senayan City Ditangkap Polisi!
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
-
Mekkah Diserang Houthi, Kemlu Minta WNI Hati-hati di Arab Saudi
Terkini
-
Penonton Yogyakarta Bergidik Ngeri Saksikan Memburu Pemangsa, Jump Scare Picu Suasana Tegang
-
Prabowo Sebut Pakar Saking Pintarnya Jadi Goblok, Muhammadiyah Ingatkan Pakar Berbasis Ilmu dan Data
-
Muhammadiyah Sentil Menkeu Baru, Jangan Biarkan Rupiah Jatuh Terus
-
Polemik Royalti Musik, Pelaku Usaha Bingung, Pekerja Seni Menunggu Hak
-
Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Bayi di Sleman Naik Sidik, Polisi Periksa 3 Saksi