SuaraJogja.id - Proses pembayaran Uang Ganti Rugi (UGR) untuk proyek Jalan Tol Solo-Jogja-Kulon Progo seksi II mulai dilakukan. Total ada 52 bidang tanah terdampak dengan nilai pembayaran mencapai Rp88 miliar.
Pembayaran UGR bagi warga yang lahanya terdampak itu dilakukan di Kantor Kalurahan Sendangadi, Mlati, Sleman pada Selasa (3/9/2024) siang.
"Hari ini [total ganti rugi] Rp88 miliar untuk 52 bidang. Jadi mungkin saja ada satu dua bidang itu dimiliki oleh satu orang. Jadi kita selalu memakai bidang tanah yang terkena pengadaan tanah," kata Direktur Jenderal Pengadaan Tanah dan Pengembangan Pertanahan, Kementerian ATR/BPN, Embun Sari ditemui di lokasi, Selasa siang.
"Tadi sudah disaksikan pembayaran ganti kerugian berikut dengan sertifikat hak pakai hasil pengadaan tanah. Kalau tidak keseluruhan kena kita juga kembalikan sisa sertifikatnya. Tadi ada yang 1300an [meter persegi] yang kepakai hanya 200an, yang 1000 sekian itu kita kembalikan," tambahnya.
Disampaikan Embun, pembayaran UGR ini langsung diberikan kepada yang bersangkutan atau yang terdampak. Tidak boleh diwakilkan maupun menggunakan perantara orang lain.
"Boleh dikuasakan tapi tingkatan ke atas, misalnya suaminya atau anak, bapaknya, tidak boleh ke yang lain," tegasnya.
Hal ini untuk memastikan bahwa ganti kerugian itu diterima langsung oleh pihak yang berhak. Nantinya warga terdampak yang itu akan menerima dalam bentuk buku tabungan serta kartu ATM.
Setiap warga yang telah menerima UGR bisa langsung melakukan pengecekan terkait nominal maupun isi tabungan tersebut. Jika nominal tidak sesuai dengan yang sudah disepakati di awal maka penerima UGR dapat langsung mengajukan keberatan.
"Kalau ada kurang-kurang bisa langsung komplain, karena itu dari PUPR ke Kementerian Keuangan, Kementerian Keuangan langsung ke bank, bank langsung ke masyarakat. Jadi tidak ada campur tangan terkait ganti kerugian itu dari pelaksana. Jadi pure langsung ke masyarakat," ujarnya.
Embun memastikan hingga tahap ini tidak ada penolakan dari warga terdampak proyek jalan bebas hambatan itu. Sementara untuk nilai UGR yang diterima warga terdampak berbeda-beda.
Baca Juga: Tak Biasa! Pemilik Lahan Ini Terdampak Tol Jogja-Solo Hanya 75 Centimeter
"Itu tergantung luasan tanah dan juga isi daripada tanah itu, bangunan bagus atau tidak, tanaman banyak atau tidak, itu dinilai bidang per bidang berikut isinya," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Kanwil BPN DIY, Suwito menuturkan nominal tertinggi pemberian UGR pada hari ini untuk tol Jogja-Solo-Kulon Progo mencapai Rp4,1 Miliar. Sedangkan terendah menyentuh angka Rp5.409.610.
"Pengadaan lahan, 98 persen untuk Jogja-Solo. Kalau Jogja-Bawen 94 persen," tandas Suwito.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Film Dan Bandung Sapa Penonton Yogyakarta: Angkat Kisah Cinta, Persahabatan, dan Keluarga
-
Cherrypop 2026 Siap Guncang Prambanan, Puluhan Musisi Lintas Generasi Meriahkan Repelita Musik
-
42 Kasus Kebakaran Tercatat hingga Juli 2026 di Kota Jogja, Warga Diminta Tak Bakar Sampah
-
1O1 STYLE Yogyakarta Malioboro Kembali dengan 'Rasa Merdeka': Sambut Agustusan dengan Rasa dan Tawa
-
Belum Genap Tiga Tahun, Puluhan Becak Listrik Danais Rusak, Dishub Sebut Baru Proyek Percontohan