SuaraJogja.id - Rabu pungkasan (terakhir) di bulan Safar bakal jatuh pada Rabu (4/9/2024) besok. Esok hari merupakan hari Rabu terakhir di tahun 1446 hijriah sebelum akhirnya berganti ke 1447 hijriah. Bagi masyarakat Jawa, diyakini ada makna tertentu dari Rebo pungkasan atau wekasan ini.
Bagi masyarakat Jawa, diyakini pada hari itu disebutkan, Allah akan menurunkan 40.000 bencana atau musibah kepada umat manusia. Oleh karenanya bulan Safar sering diidentikkan sebagai bulan pembawa kesialan, terlebih pada hari Rabu terakhir di bulan itu.
Ada tradisi ini dilakukan oleh sebagian masyarakat Indonesia, terutama masyarakat Jawa yang dipercaya mampu mengusir kesialan tersebut. Akar tradisi Rabu Wekasan berasal dari kepercayaan masyarakat Nusantara yang menganggap bahwa bulan Safar adalah bulan yang penuh dengan kesialan.
Di Kalurahan Wonokromo Kapanewon Pleret Bantul, masyarakat bakal mengarak lemper (nasi dibungkus daun) raksasa dari Balai Kalurahan menuju ke Masjid Wonokromo. Di masjid nantinya lemper tersebut bakal dibagikan ke masyarakat untuk disantap bersama setelah doa bersama.
Baca Juga: Pemkab Bantul Gelar Pemilos Serentak, Jadi Satu-satunya di Indonesia
Lurah Wonokromo, Machrus Hanafi menuturkan tradisi ini sudah berlangsung turun temurun sejak jaman Sri Sultan Hamengku Buwono I. Rebo Wekasan sudah ada sejak tahun 1784 dan sampai sekarang upacara ini masih tetap dilestarikan. Pada jaman itu hidup seorang kyai yang bemama mBah Fagih Usman.
" Tokoh kyai yang kemudian lebih dikenal dengan nama Kyai Wonokromo Pertama atau Kyai Welit,"ujarnya.
Pada masa itu hidupnya mempunyai kelebihan ilmu yang sangat baik di bidang agama maupun bidang ketabiban atau penyembuhan penyakit. Pada waktu itu masyarakat Wonokromo meyakini babwa mBah Kyai mampu mengobati penyakit dan metode yang digunakan atau dipraktekkan mBah Kyai dalam pengobatan adalah dengan cara disuwuk, yakni dibacakan ayat-ayat Al-Our'an pada segelas air yang kemudian diminumkan kepada pasiennya dapat sembuh.
Pada saat itu di daerah Wonokromo dan sekitamya sedang terjadi pagebluk yang mengancam keselamatan jiwa banyak orang. Tak heran jika kemudian masyarakat berbondong-bondong kepada mBah Kyai untuk meminta obat dan meminta berkah keselamatan.
Ketenaran mBah Kyai semakin tersebar sampai ke pelosok daerah, sehingga yang datang berobatpun semakin bertambah banyak, maka di sekitar masjid lalu dipadati para pedagang yang ingin mengais reJeki dan para tamu. Suasana seperti itu dapat mengganggu akan keagungan masjid dan sangat merepotkan jamaah yang akan memasuki masjid untuk sholat.
Baca Juga: Nikah Siri Dua Kali, ASN di Gunungkidul Dipecat
"Pada suatu saat mBah Kyai menemukan cara paling efektif untuk memberikan pengobatan dan berkah keselamatan kepada umatnya, yakni menyuwuk telaga di pertempuran Kali Opak dan Gajah Uwong di timur kampung Wonokromo," ungkapnya.
Berita Terkait
-
Liburan ke Gunungkidul? Jangan Sampai Salah Pilih Pantai! Ini Dia Daftarnya
-
Gelar Kunjungan Industri, Siswa MAN 2 Bantul Praktik Olah Bandeng Juwana
-
3 Gempa Berkekuatan Lebih dari Magnitudo 5 Guncang Indonesia Kurang dari Sehari
-
Kenali Ciri-Ciri Rip Current, Arus Kuat Pantai Drini yang Seret Belasan Siswa SMP Mojokerto
-
Daftar Nama Korban Siswa SMP 7 Mojokerto yang Terseret Ombak Pantai Drini Gunungkidul
Terpopuler
- Dedi Mulyadi Sebut Masjid Al Jabbar Dibangun dari Dana Pinjaman, Kini Jadi Perdebatan Publik
- Baru Sekali Bela Timnas Indonesia, Dean James Dibidik Jawara Liga Champions
- Terungkap, Ini Alasan Ruben Onsu Rayakan Idul Fitri dengan "Keluarga" yang Tak Dikenal
- Yamaha NMAX Kalah Ganteng, Mesin Lebih Beringas: Intip Pesona Skuter Premium dari Aprilia
- JakOne Mobile Bank DKI Bermasalah, PSI: Gangguan Ini Menimbulkan Tanda Tanya
Pilihan
-
Hasil Liga Thailand: Bangkok United Menang Berkat Aksi Pratama Arhan
-
Prediksi Madura United vs Persija Jakarta: Jaminan Duel Panas Usai Lebaran!
-
Persib Bandung Menuju Back to Back Juara BRI Liga 1, Ini Jadwal Lengkap di Bulan April
-
Bocoran dari FC Dallas, Maarten Paes Bisa Tampil Lawan China
-
Almere City Surati Pemain untuk Perpanjang Kontrak, Thom Haye Tak Masuk!
Terkini
-
Tanggapi Langkah Tarif Trump, Wali Kota Jogja: Kuatkan Produk Lokal!
-
Masa WFA ASN Diperpanjang, Pemkot Jogja Pastikan Tak Ganggu Pelayanan Masyarakat
-
Kurangi Kendaraan Pribadi Saat Arus Balik, Menhub Lepas 22 Bus Pemudik di Giwangan
-
Puncak Arus Balik H+3 dan H+4, 350 Ribu Kendaraan Tinggalkan DIY
-
Gunung Merapi Masih Luncuran Ratusan Lava, Simak Aktivitas Terkini Sepekan Terakhir