Para pedagang pun diharapkan untuk lebih optimis dan berinovasi dalam berjualan. Mereka tidak perlu menunggu pembeli datang,
"Kita dikasih tempat yang bagus, kok mau pindah lagi? Selasar itu sudah tidak bisa ditempati lagi. Jangan hanya menunggu pembeli, tapi kita juga harus jemput bola," ujarnya.
Pedagang lainnya, Aris mengungkapkan dirinya awalnya berjualan di selasar Malioboro sebelum dipindahkan ke TM 2. Fasilitas yang disediakan di TM 2 pun memadai seperti kebersihan, kamar mandi dan listrik, sangat membantu meringankan beban para pedagang.
Karenanya berbeda dengan rekan-rekannya yang terus menuntut untuk kembali ke lokasi semula, Aris berpendapat relokasi adalah langkah yang tepat. Mereka tidak perlu menyewa gudang dan menyewa pendorong gerobak.
"Kalau saat di selasar kita itu harus sewa gudang, bayar pendorong [gerobak], itu sudah berapa. Kalau terus menerus menuntut, padahal kan pemerintah berproses gimana caranya wisatawan masuk ke Jogja, itu juga mau masuk juga ke TM 2," imbuhnya.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Atasi Dampak Kekeringan, BBWS Serayu Opak Pasok Air Bersih ke Sejumlah Titik Rawan di Jateng dan DIY
-
Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
-
Maestro Seni Rupa Nasirun Wafat, Rencana Pameran pun Batal
-
Tak Cukup Putusan MK, PGRI Tagih Guru Jangan Dipaksa Menanggung Beban Tambahan
-
Presiden Prabowo Subianto Pimpin Akad 62 Ribu KPR FLPP, BRI Kian Perkuat Ekonomi Kerakyatan