SuaraJogja.id - NN (31) perempuan asal Kulon Progo ini terlihat nampak berusaha tegar. Di balik sabo (penutup) kepala, dia terus memandang kosong ke depan. Tangannya nampak terborgol dengan tali nilon berwarna putih.
Riuh suara wartawan di sela Wakapolres Gunungkidul, Kompol Sumanto dan Kapolsek Playen AKP Sigit Tedja Kusuma menjelaskan pencurian dengan pemberatan 9 kambing tak membuat perempuan yang masih lajang ini bergeming. Dia tetap memandang lurus ke depan tanpa bergerak sedikitpun.
Rabu (11/9/2024) siang, NN dihadirkan bersama dengan kekasihnya, SKM (40). Sejoli ini dicokok polisi usai melakukan pencurian kambing di wilayah Kalurahan Banyusoca Kapanewon Playen Gunungkidul akhir Agustus 2024 lalu.
Kapolsek Sigit menuturkan penangkapan dua sejoli ini bermula ketika ada laporan pencurian hewan ternak di wilayah Banyusoca. Polsek Playen kemudian berkoordinasi dengan Polres Gunungkidul dan Polsek Wonosari karena ada laporan pencurian hewan ternak di wilayah lain.
"Kami langsung melakukan penyelidikan bersama-sama," kata Sigit, Rabu.
Polisi akhirnya beruntung karena berhasil mengungkap kasus pencurian hewan ternak tersebut. Mereka berhasil mengamankan sejoli SKM (40) dan NN (31), keduanya berasal dari Kulon Progo dan kost di kawasan Kapanewon Wonosari.
Mereka juga menyita barang bukti dua unit handphone milik kedua tersangka, kemudian beberapa barang lain yang itu ada kaitannya dengan peristiwa dan ada satu unit sepeda motor yang dipergunakan sebagai sarana serta berhasil mengamankan kambing yang saat itu masih dalam berada dalam penguasaan tersangka.
"Berkas sudah kami kirim ke Kejaksaan Gunungkidul," tambahnya.
Dari hasil pemeriksaan yang polisi lakukan, ternyata sejoli ini telah beraksi selama 3 bulan dan beroperasi di 9 lokasi. Sebanyak 9 lokasi tersebut 3 di antaranya di Kapanewon Playen dan sisanya di Kapanewon tetangga. Hewan hasil curian semuanya langsung dijual oleh pelaku.
Baca Juga: Heboh, Gadis 17 Tahun Disekap di Kos wilayah Bantul, Diduga Dihamili Pria Dewasa
Sigit menuturkan, sebelum beraksi mereka telah melakukan perencanaan dengan melihat situasi dan kondisi lokasi yang bakal menjadi sasaran pencurian. Di hari yang ditentukan NN mengantar SKM di sekitar lokasi yang menjadi incaran mereka dengan menggunakan sepeda motor.
"Rata-rata mereka beraksi di atas jam 12 malam," kata dia.
Setelah mengantar SKM, NN kemudian kembali ke kosnya di wilayah Kapanewon Wonosari. Usai beraksi SKM kemudian menghubungi NN untuk menjemputnya kembali dan kambing yang mereka curi diletakkan di bagian tengah sepeda motor yang mereka bawa.
Keesokan harinya SKM kemudian menjual hasil curian tersebut ke pasar hewan di wilayah kabupaten Gunungkidul. Setiap kali berhasil menjual hewan ternak curian nn hanya mendapatkan upah sebesar Rp100-200 ribu. Dan Sisanya hanya dinikmati sendiri oleh SKM untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
"Keduanya hanya teman biasa katanya. Mereka sudah kenal dua tahunan," tambahnya.
Kontributor : Julianto
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
Terkini
-
Menjemput Rezeki dari Balik Layar Gadget hingga Ujung Canting, Kisah Difabel Bertahan Hidup di Jogja
-
PORTA by Ambarrukmo Hadirkan Pameran Eksperimental Photography "Somewhere Blue" by Nia Nanoka
-
Dari Olahraga untuk Negeri, BRI Raih Indonesia Sports Industry of the Year 2026
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Saat Partai Politik Sibuk Bangun Citra, Padahal Rakyat Masih Terluka oleh Bencana