SuaraJogja.id - Sejak beberapa waktu lalu, kawasan Alun-alun Selatan atau Alkid sempat mencuri perhatian gegara masih saja dipenuhi sampah meski telah ada tempat sampah hingga papan peringatan jaga kebersihan.
Dari temuan tim Suarajogja.id di lokasi, sampah hampir merata bisa ditemukan di kawasan Alkid.
Sampah tersebut didominasi puntung rokok hingga tusuk sate yang bisa berakibat berbahaya baik untuk pengunjung maupun keberadaan pohon beringin kembar yang ada di tengah Alkid.
Pengageng Keraton Yogyakarta yang juga merupakan aktivis lingkungan Gustilantika Marrel Suryokusumo atau yang akrab disapa Mas Marrel turut memberikan suaranya terkait masalah sampah di Alkid khususnya.
Ia mengungkapkan bahwa persoalan sampah bukan isu kemarin sore, tetapi sudah lama terjadi terutama di Kota Yogyakarta.
Lebih lanjut ia menggarisbawahi bahwa persoalan tersebut titik utamanya ada di kebijakan. Kebijakan berarti ada sangkut pautnya dengan pemimpin di wilayah tersebut.
"Kalau saya ngga akan banyak komentar apakah dipagar atau tidak, lalu soal urusan sanksi itu yang berwenang dari Pemkot Jogja," ungkapnya kepada Suarajogja.id, Kamis (10/10/2024).
"Soal sampahnya saya tidak akan menilai saya kira masyarakat sudah bisa menilai apa masalahnya apa ditambah tong sampah atau ditambah kesadarannya mengelola baik penggiat ekonomi di situ ataupun masyarakat di situ. Tapi secara garis besar, Kota Yogyakarta ini membutuhkan pemimpin yang cakap menangani masalah sampah di wilayahnya, apalagi sampah ini bukan masalah baru," jelasnya.
Cucu Sri Sultan HB X itupun mengajak masyarakat terutama di wilayah Kota Yogyakarta menjadikan masalah sampah sebagai refleksi atau perenungan terkait memilih pemimpin yang benar-benar bekerja dan berkomitmen menyelesaikan persoalan sampah.
Baca Juga: Gempur Miras Digital, Pemda DIY Perketat Pengawasan Penjualan Online
"Nah ini bisa jadi refleksi memang bahwa kota Jogja ini membutuhkan pemimpin yang mau tahu dan benar-benar mau turun menyelesaikan persoalan sampah ini," ujarnya.
"Saya kira dengan momentum pilkada ini bisa jadi pertimbangan bagi masyarakat untuk memilih pemimpin yang tepat guna mengatasi persoalan di Kota Yogyakarta termasuk diantaranya problem sampah. Karena ngga boleh masalah sampah ini terjadi terus dan berulang terutama di Kota Yogyakarta. Harus ada pemimpin yang mau kerja keras mengatasinya," tegasnya.
Ia menambahkan, persoalan sampah faktanya tak hanya terjadi di Alun-alun Selatan atau Alkid saja. Tetapi juga muncul di sejumlah titik di Kota Yogyakarta.
Untuk menyelesaikannya harus ada yang memimpinnya serta mensinergikan seluruh elemen masyarakat agar turut berkontribusi membangun kesadaran menjaga Kota Yogyakarta tetap bersih.
"Sebagai tambahan kenapa saya menggarisbawahi sekali permasalahan kepemimpinan di Kota Yogyakarta, kalau dilihat tidak hanya di Alkid tapi di banyak titik. Oleh karenanya dibutuhkan pemimpin yang bisa bersinergi dan benar-benar berkomitmen menyelesaikannya," tukasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Sri Sultan Absen dari Agenda Pemerintahan, Paku Alam X Ditunjuk Jadi Plh Gubernur DIY
-
Rp4,6 Miliar Digelontorkan, Mesin Produksi Susu di DIY Diduga Tak Pernah Berfungsi
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Pameran ARCHIVEPELAGO: 45 Tahun Garin Nugroho Menyemai Indonesia
-
Segera Diadili Pengadilan, 13 Tersangka Kasus Little Aresha Dipindah ke Lapas Perempuan Gunungkidul