SuaraJogja.id - Diduga karena warga membakar dedaunan kering untuk memulai bercocok tanam, Kawasan Hutan Wanagama Petak 7 terbakar. Kebakaran hutan Wanagama yang masuk wilayah Kalurahan Bunder, Kapanewon Patuk, Kabupaten Gunungkidul sempat menghebohkan warga dan penggunanhakan Jogja-Wonosari.
Pasalnya, api yang membumbung tinggi dan cepat merembet ini terlihat jelas dari Jalan Jogja-Wonosari meskipun jarak lokasi kebakaran dengan jalan raya mencapai 2 km lebih. Warga sekitar kebakaran berusaha melakukan pemadaman menggunakan alat seadanya.
Suhardi, warga Dusun Kemuning yang lokasinya dekat dengan lokasi kebakaran mengatakan kebakaran terjadi pada Selasa (15/10/2024) sekitar pukul 18.45 WIB. Asap tebal membumbung tinggi terlihat dari ruas jalan Wonosari-Jogja.
"Mungkin siangnya ada yang bakar daun kering terus dikira padam dan ditinggal pergi. Mau mulai menanam," kata dia.
Selama ini memang banyak warga yang memanfaatkan lahan wanagama untuk bercocok tanam diantaranya jagung ataupun kacang tanah. Sehingga di musim Penghujung kemarau ini warga banyak yang membersihkan lahan Warnagama untuk bercocok tanam.
Mengetahui ada kebakaran tersebut warga kemudian berusaha melakukan pemadaman dengan alat seadanya. Mereka juga bergotong-royong memadamkan api dengan mengambil air Telaga Kemuning menggunakan ember seadanya.
Kasi Humas Polsek setempat, Aiptu Purwanto mengatakan kebakaran itu menghanguskan rumput, ilalang dan semak-semak kering dengan luasan sekitar 2 hektare di hutan milik Wanagama. Anggota Polsek Patuk, BPBD, relawan, SKK Wanagama dan masyarakat kemudian berusaha memadamkan kobaran api.
"Beruntung api dapat segera dipadamkan,"ungkap Aiptu Purwanto.
Dua mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk menguasai kobaran api di hutan wanagama ini. Setelah berjuang hampir dua jam akhirnya api berhasil dipadamkan. dari Data sementara luasan yang terbakar mencapai 2 hektar.
Baca Juga: Fambi Mait Teme, Pameran Foto Mengajak Publik Menyelami Solusi Konkret Krisis Lingkungan
Kontributor : Julianto
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Sensus Ekonomi DIY Baru 9 Persen, Dibayangi Kekhawatiran Pajak hingga Penolakan Warga
-
Forum BEM DIY Sindir Demo Pro MBG demi Wajan, Gerindra Tak Muncul dalam Unjukrasa di DPRD
-
Gerah Kafe Jual Miras Dekat Sekolah dan Rumah Ibadah, Jemaah Masjid Buat Petisi Penolakan
-
Kejari Sleman Bantah Klaim Sakit, Tegaskan Raudi Akmal Memenuhi Syarat Penahanan
-
Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah, Raudi Akmal: Pengadilan Sudah Nyatakan Saya Tak Terlibat