SuaraJogja.id - Warga Padukuhan Planjan, Kalurahan Planjan, Kapanewon Saptosari, Kabupaten Gunungkidul geger. Sebuah goa yang dipenuhi dengan dengan stalagtit aktif tanpa sengaja ditemukan di bawah padukuhan mereka.
Penemuan itu terjadi sekitar pukul 21.30 WIB, Senin (15/10/2024) malam. Pertama kali ditemukan sebagai goa, saat pengerjaan proyek pembangunan Jalan Jalur Lintas Selatan (JJLS) yang melintas di wilayah tersebut. Penemuan goa aktif tersebut langsung viral di berbagai media sosial. Hingga Rabu (16/10/2024) siang, masyarakat yang penasaran terus berdatangan ke lokasi goa ini.
Salah seorang warga setempat yang menyaksikan langsung penemuan Goa tersebut, Tri Joko mengataka goa itu ditemukan di lahan milik seorang warga setempat, Warijan. Saat itu pekerja penyiapan lahan JJLS tengah melakukan pengerukan tanah menggunakan alat berat.
"Ya tadi malam, Selasa [15/10/2024] sekitar pukul 21.00 WIB," tutur Tri Joko, Rabu.
Saat itu, para pekerja tengah lembur menggali tanah yang agak berbukit. Tiba-tiba alat berat yang digunakan untuk menggali tanah menemukan lubang besar. Alat berat tersebut sempat berhenti karena khawatir bakal runtuh.
Namun karena penasaran, lubang tersebut terus mereka gali dengan sangat hati-hati. Setelah digali lebih lanjut, ternyata lubang tersebut mengarah ke sebuah goa yang luasnya sekitar 50 meter. Para pekerja takjub dengan pemandangan di dalam goa.
"Di dalam itu bagus banget," kata dia.
Warga yang menemukan awalnya ragu untuk masuk lebih ke dalam goa tersebut. Namun akhirnya mereka memberanikan diri untuk masuk lebih ke dalam goa itu. Dan mereka kaget dengan apa yang terlihat di dalam goa.
Lebih lanjut, Tri Joko menjelaskan di dalam goa tersebut terlihat batu-batu stalagmit yang memancarkan cahaya indah, menandakan bahwa goa itu mungkin telah berusia ribuan tahun. Banyak bebatuan yang bercahaya layaknya permata.
Baca Juga: Kolaborasi Jadi Kunci, DIY Berjuang Tekan Stunting Hingga 14 Persen di 2024
"Goa ini luar biasa, batu-batu di dalamnya bercahaya. Bisa jadi sudah terbentuk sejak ribuan tahun yang lalu," tambahnya.
Tri Joko menambahkan Mbah Warijan yang memiliki lahan justru mengaku sama sekali tidak pernah mengetahui jika ada goa di bawah lahan pertaniannya. Mbah Warijan justru kaget ketika alat berat tanpa sengaja menemukan goa itu.
Karena semakin banyak warga yang berdatangan karena penasaran, pihak kontraktor yang menangani proyek pembangunan JJLS akhirnya memutuskan untuk menutup pintu masuk goa sementara waktu. Keputusan ini diambil demi kelancaran pengerjaan proyek, karena dikhawatirkan goa tersebut dapat mengganggu proses pembangunan jalan.
"Pintu goa dengan lebar sekitar tiga meter sekarang sudah ditutup kembali oleh pihak kontraktor," jelas Tri Joko.
Warga berharap agar pemerintah atau pihak terkait segera melakukan kajian mendalam terkait penemuan ini, sehingga potensi goa tersebut bisa dimanfaatkan dengan bijak tanpa mengganggu pembangunan infrastruktur yang sedang berlangsung.
Kontributor : Julianto
Berita Terkait
Terpopuler
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- Operasi Politik Presisi Prabowo: Preteli Siji-siji
- Kekayaan Jusuf Hamka yang Dilaporkan Hary Tanoesoedibjo ke Polisi
- Jaksa Agung Burhanuddin Muncul di Istana, Bantah Bakal Dilantik jadi Jampidum
- 3 Sepatu Lokal Paling Nyaman dan Empuk untuk Jalan Terbaik Menurut Review
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
Luky Alfirman Jadi Wamenkeu, Pengamat: Bisa Jadi Akal-akalan Amankan Jalan Politik 2029
-
Kasus Bolosego Alkid Dinyatakan Bukan Pemerasan, Lalu Mengapa Ada Polisi Diproses Propam?
-
Isu Ijazah Gibran Disinyalir Tutupi Riuhnya Reshuffle Kabinet, Pengamat UngkapPermainan Politik
-
Mutasi 88 Perwira Belum Cukup! JPW Minta Kapolri Baru Sikat Habis Masalah Sampai ke Polsek
-
Pilur Serentak Bantul Digelar Besok, 15 TPS Dipetakan Rawan hingga Sangat Rawan