SuaraJogja.id - Sudut ruangan masjid Nurul Ashri di Kabupaten Sleman itu ramai dengan perempuan berkerumun. Satu orang bidan yang menjadi pemandu mengarahkan cara yang tepat menggendong seorang bayi.
Pelan-pelan, satu perempuan mendekatkan bayi ke dalam bak untuk memandikan bayi tersebut. Memang bukan bayi sungguhan, berbentuk boneka, bayi itu dia mandikan layaknya seorang ibu yang pertama kali memiliki anak.
Aktivitas itu pun menarik perhatian Rizka Saumi, perempuan muda yang baru saja selesai melaksanakan solat lima waktunya di masjid yang sama.
Rasa penasaran perempuan asal Jambi itu pun memaksanya duduk lama memperhatikan kerumunan yang sedang memandikan bayi. Dalam hatinya pun tergerak, jika ada praktik seperti ini artinya ada kegiatan di mana seorang calon ibu dilatih sebelum berumah tangga dan memiliki bayi.
Hal pertama dalam benaknya adalah harus ikut dalam kegiatan tersebut. Bukan tanpa alasan, menyiapkan diri, adalah prinsip hidup yang dibawa ketika mengarungi rumah tangganya ke depan.
"Itu pertama kali, pas semester awal masih kuliah, kalau sudah di akhir semester sebelum pulang ke Jambi, aku harus ikut nih," cerita Rizka ditemui di Pesantren Nuraini, Argomulyo, Cangkringan, Sleman, Jumat (25/10/2024).
Pada 2018, Rizka akhirnya mencari informasi lewat media sosial. Kegiatan yang diinisiasi oleh Sekolah Calon Ibu atau SCI itu pun menjadi pintu masuknya untuk menyiapkan diri menjadi ibu yang berkualitas untuk berumah tangga.
"Ikut itu di 2018, kalau enggak salah itu sudah SCI batch keenam. Sebelum pulang ke Jambi aku harus banget nih ikut," katanya semangat.
Awal tahun 2018 dan selama dua bulan mengikuti kegiatan tersebut, Rizka banyak mendapat ilmu baru. Di samping ilmu praktik, juga mendapatkan bagaimana di dalam Islam mengajarkan manusia terutama seorang perempuan menjadi ibu di dalam rumah tangga.
Baca Juga: Gangguan Kesehatan Mental Hantui Ibu Hamil di DIY: Minim Dukungan Keluarga hingga Krisis Psikolog
Peserta SCI yang seangkatan dengan Rizka mencapai 50 orang. Peserta sebanyak itu, dibagi menjadi kelompok-kelompok dengan seorang fasilitator. Kegiatannya pun beragam, mulai dari Focus Group Discussion (FGD) hingga membuat rancangan sendiri untuk masa depan ketika berumah tangga.
SCI yang berada di bawah Yayasan Rumpun Nuraini tak hanya menyasar perempuan untuk menjadi ibu yang berkualitas. Sekolah Calon Ayah (SCA) juga dibuat untuk menyasar para pria yang ingin menyiapkan diri sebagai pemimpin rumah tangga.
Andhika Reksa, salah satu alumnus SCA yang hingga saat ini masih terus berkontribusi untuk kegiatan di dalam yayasan ini pun banyak mendapat manfaat. Ia juga lebih siap menjadi seorang ayah dengan ribuan permasalahan rumah tangga yang akan ia hadapi ke depan.
"Di sini diajari bagaimana manajemen konflik, lalu memahami sifat dasar wanita seperti apa. Kemudian manajemen anger, manajemen marah ya, karena aku juga orang yang tempramen, nah gimana orang-orang kayak aku ketika ada masalah dengan keluarga terutama dengan istri itu gimana manajemennya," ujar Reksa.
Menurut Reksa ada materi yang berbeda ditawarkan dari SCA. Ia tak menampik bahwa kegiatan atau seminar pra-nikah sangat banyak dan kerap ia ikuti.
Mulai membahas soal kesiapan seorang suami dan harus memiliki penghasilan karena sebagai kepala rumah tangga, di SCA sendiri tidak banyak membahas hal itu. Melainkan beberapa hal penting termasuk praktik sebagai seorang suami membina rumah tangga.
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Jargas Digenjot Demi Ketahanan Energi, Antara Manfaat Belum Merata dan Kesiapan yang jadi Tantangan
-
BRImo Catat 49,7 Juta Pengguna, Transaksi Melejit Rp4.166 Triliun
-
Bukan Lomba, Ribuan Warga Jogja Bersih-bersih Kali Code Sembari Mural untuk Rayakan HUT RI ke-81
-
Pusat AI Resmi Beroperasi di UGM, Pemerintah Soroti Pentingnya Inovasi Berbasis Masalah Riil
-
Sembilan SPPG di DIY Terancam Ditutup Permanen, Satu SPPG Langganan Keracunan Ditutup