SuaraJogja.id - Dalam rangka menyambut libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru), Pemerintah RI memberikan subsidi Public Service Obligation (PSO) untuk perjalanan kereta api (KA), baik jarak jauh maupun jarak sedang. Dengan adanya subsidi, masyarakat mendapatkan layanan transportasi dengan lebih hemat karena harga yang lebih terjangkau.
"Dengan adanya layanan KA PSO, maka semua lapisan masyarakat dapat menikmati transportasi kereta api yang terjangkau dan efisien," papar Corporate Communications KAI Bandara, Sosiawan Surbakti dalam keterangannya di Yogyakarta, Selasa (26/11/2024).
Menurut Sosiawan, berbeda dengan kereta komersial, KA subsidi memiliki keunggulan berupa harga tiket yang murah. Murahnya harga tiket digulirkan pemerintah untuk membantu mobilitas masyarakat.
Para wisatawan atau mahasiswa dan pelajar di Yogyakarta yang ingin pulang kampung pada libur Nataru nanti bisa memilih KA subsidi. Dengan PSO, maka perjalanan KA yang selamat, aman dan nyaman menjadi semakin terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat.
"Mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia yang sedang melanjutkan pendidikan di Yogyakarta bisa mendapatkan pilihan transportasi kereta api yang ramah lingkungan, efisien dan hemat energi dengan subsidi," jelasnya.
Sosiawan menambahkan, berdasarkan data dari PT KAI, dari Januari hingga Oktober 2024, KA Bandara sudah melayani sekitar 3,9 juta penumpang KA subsidi PSO. Diperkirakan jumlah ini akan meningkat cukup signifikan selama libur Nataru nanti.
Untuk KAI Bandara di Yogyakarta, total penumpang KA Bandara dari Januari hingga Oktober 2024 mencapai 2.249.987 orang. Jumlah ini terdiri dari pengguna YIA Ekspress yang mencapai 765.331 penumpang. Sedangkan untuk YIA Reguler yang mencapai 1.484.676 penumpang.
"Sekitar 1,4 juta penumpang KA Bandara YIA yang dapat subsidi harga tiket sebesar Rp 20 ribu itu diluar KA YIA Express seharga Rp 50 ribu," jelasnya.
Sosiawan menambahkan, dengan banyaknya rute perjalanan KA bagi wisatawan selama libur Nataru, diharapkan masyarakat memperhatikan keselamatan perjalanan KA. Kasus-kasus menerobos di rel kereta api saat palang pintu perlintasan sebidang yang mulai tertutup yang sering viral di media sosial (medsos) mestinya tidak terjadi.
Baca Juga: Jelang Pilkada Kota Yogyakarta, 1.300 Lebih Linmas Siap Dikerahkan Jaga Tiap TPS
Apalagi tahun ini sudah ada sekitar 12 kecelakaan di perlintasan Daop 6 Yogyakarta. Jumlah ini terdiri dari 10 kecelakaan kendaraan yang tertemper KA dan dua kecelakaan melibatkan tabrakan antara kereta api dan manusia. Dari 12 kejadian itu, tujuh meninggal dunia, empat luka berat dan satu luka ringan.
"Karenanya kami mensosialisasikan kepada masyarakat dan mahasiswa di jogja untuk bersabar saat melintasi perlintasan sebidang, baik ada penjaga maupun tidak dijaga. Selain itu, tidak bermain ataupun membuat konten yang membahayakan di area perlintasan kereta. Sudah banyak korban sia sia, karena kecerobohan masyarakat saat di perlintasan KA maupun di jalur KA," imbuhnya.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- 7 HP Terbaru di 2026 Spek Premium, Performa Flagship Mulai Rp3 Jutaan
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Pilihan
-
Hasil Uji Coba: Tanpa Ampun, Timnas Indonesia U-17 Dihajar China Tujuh Gol
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
Terkini
-
Jaringan 7.500 Unit Kerja Jadi Kekuatan BRI Percepat Penyaluran KPR Subsidi
-
Jadwal Lengkap Agenda Wisata Jogja Februari 2026: Dari Tradisi hingga Romansa!
-
BRI Dorong Lingkungan Bersih lewat Program CSR Bersih-Bersih Pantai di Bali
-
Babak Baru Rampasan Geger Sepehi 1812: Trah Sultan HB II Tegas Ambil Langkah Hukum Internasional
-
Misteri Terkuak! Kerangka Manusia di Rumah Kosong Gamping Sleman Ternyata Mantan Suami Pemilik Rumah