SuaraJogja.id - Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyebut tingkat partisipasi masyarakat setempat dalam Pilkada 2024 hanya mencapai 73,89 persen.
Anggota KPU Kulon Progo Aris Zurkhasanah di Kulon Progo, Kamis, mengatakan partisipasi pemilih di Pilkada 2024 terbilang rendah, dibandingkan Pilkada 2017 sebesar 79,16 persen.
"Persentase dihitung dari hasil suara sah, belum termasuk suara tidak sah atau keliru coblos pada Pilkada 2024 sebesar 73,89 persen," kata Aris.
Menurut dia, rendahnya partisipasi disebabkan oleh sejumlah faktor, salah satunya karena profil calon peserta Pilkada 2024 yang kurang dikenal. Anggapan ini muncul dari hasil pengamatan, di mana banyak calon pemilih yang tidak mengenal calon secara personal.
KPU Kulon Progo sudah melaksanakan sosialisasi secara maksimal untuk mengenalkan para pasangan calon (paslon) peserta Pilkada 2024. Bahkan pihaknya sampai membentuk relawan demokrasi untuk menggencarkan sosialisasi.
"Relawan demokrasi inilah yang menyampaikan dan mengenalkan paslon beserta masing-masing visi-misi dan program kerjanya ke masyarakat," katanya.
Aris menilai angka partisipasi pemilih Pilkada 2024 yang ia sampaikan belum final. Alasannya, penurunan tersebut belum bisa terpotret secara utuh.
"Kami tetap menunggu hasil rekapitulasi secara berjenjang untuk angka pasti tingkat partisipasinya," ujarnya.
Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Djoko Dwiyogo mengatakan partisipasi pemilih di Pilkada 2024 ini terbilang rendah. Anggapan ini muncul berdasarkan pemantauan saat pemungutan suara kemarin.
Baca Juga: Pilkada di DIY Lancar, Tapi Sleman Diwarnai Bagi-Bagi Uang Saat Pencoblosan
Mengacu pada pemantauan tersebut, cukup banyak pemilih yang tidak hadir ke tps untuk mencoblos. Ia pun melihat euforia masyarakat di Pilkada 2024 tidak sebesar saat Pemilu 2024.
"Bisa dikatakan gregetnya Pemilu 2024 lebih luar biasa dibandingkan Pilkada 2024," kata Djoko.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
Terkini
-
Rekening Aktivis Diblokir, JCW Curiga Ada Operasi Membungkam Suara Kritis
-
BRI Luncurkan BRImo Taiwan, Perkuat Jembatan Finansial Lintas Negara
-
Hampir 1.000 Orang Ramaikan Fun Run, Dorong Wisata dan UMKM Sleman
-
Film Animasi Indonesia Ajisaka Menuju Pasar Global, Sony Pictures hingga Netflix Mulai Melirik
-
Pakar UMY Ingatkan Risiko Salah Sasaran Bansos Jika Desil DTSEN Jadi Patokan Mutlak