SuaraJogja.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bantul telah menyelesaikan pleno rekapitulasi perhitungan suara Pilkada 2024, Senin (2/12/2024) petang. Bupati Inkumben, Abdul Halim Muslih yang berpasangan dengan mantan Kepala DPUPR Bantul Aris Suharyanta dinyatakan menjadi pemenang dalam kontestasi kali ini.
Halim-Aris mengalahkan pasangan Wakil Bupati Petahana Joko Purnomo dengan Anggota DPRD Bantul, Rony Indra Gunawan dan pasangan mantan staf ahl bupati Bantul era Idham Sawawi, Untoro Haryadi yang berpasangan dengan mantan lurah Panggungharjo, Wahyudi Anggoro Hadi.
Dalam pilkada kali ini, pasangan nomor urut 02, Abdul Halim Muslih-Aris Suharyanta meraup 230.819 suara. Pasangan ini unggul di 11 dari 17 Kapanewon di Bantul. Halim-Aris unggul di kapanewon Srandakan, Sanden, Pundong, Pandak, Bantul, Jetis, Imogiri, Pleret, Piyungan, Sewon dan Sedayu,
Kemudian pasangan nomor urut 03, Joko Purnomo dengan Rony Indra Gunawan mendapat 219.471 suara. Pasangan ini unggul di 6 Kapanewon masing-masing Kretek, Bambanglipuro, Pajangan, Dlingo, Banguntapan dan Kasihan. Sementara pasangan nomor urut 01 Untoro Haryadi - Wahyudi Anggoro Hadi mendapat 80.917 suara.
Dalam rekapitulasi ini, saksi pasangan Joko-Rony enggan menandatangani hasil perhitungan suara Pilkada 2024 ini. Saksi yang bernama Adip Setyono mengatakan, sikapnya tidak menandantangani hasil rekapitulasi tingkat kabupaten ini sejalan dengan apa yang dilakukan saksi pasangan 03 di tingkat kapanewon.
"Kami tidak akan tandatangan D-hasil [berkas hasil rekapitulasi pada rapat pleno KPU]. tetapi kami hormati soal hasilnya," tutur dia.
Adip menganggap ada yang janggal dalam perolehan suara kali ini. Di mana ketika selisih dari Joko-Rony dengan Halim-Aris hanya 11.348 suara. Namun di satu sisi jumlah surat suara tidak sah dalam Pilkada 2024 Bantul ini mencapai 36.029 dan jumlah surat undangan yang dikembalikan ada sekitar 19.000an.
Oleh karena itu, pihaknya berencana akan melakukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK). Pihaknya bakal melakukan pencermatan secepat mungkin karena mereka hanya memiliki waktu maksimal 3 hari untuk melakukan gugatan ke MK ini.
Ketua KPU Bantul, Joko Santosa mengatakan, KPU Bantul menghormati keputusan dari kubu paslon nomor urut 03 Joko-Rony yang tetap bersikukuh tidak menandatangani berkas hasil rekapitulasi, hanya saja proses penetapan hasil rekapitulasi dapat terus dilakukan dan hal tersebut sesuai dengan regulasi yang ada.
Baca Juga: Pilkada Kulon Progo 2024: Agung-Ambar Menang, KPU Tunggu Gugatan 3 Hari
"Kami tunggu nanti register dari MK. Kalau tidak ada maka kami akan melakukan penetapan 19 Desember nanti,"ujarnya.
Kontributor : Julianto
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Menjaga Berkah di Dapur Subuh: Perjalanan Inspiratif Penjual Dimsum yang Berhasil Mandiri Finansial
-
Dugaan Ormas Dibenturkan dengan Demonstrans saat Kerusuhan Malioboro, Sultan Klaim Tak Tahu
-
Dua Peserta Demo di Malioboro Sempat Hilang, LBH Laporkan Sudah Pulang
-
Jadi Bank Beraset di Atas Rp500 Triliun, BRI Raih Empat Penghargaan Bergengsi Pada 2026
-
Puncak AXIS Nation Cup 2026 Segera Tiba, Tim Futsal SMA Terbaik Siap Adu Kekuatan