SuaraJogja.id - Penyidikan kasus dugaan korupsi dana hibah pariwisata Sleman Tahun 2020 akhirnya berlanjut ke babak baru. Setelah tertatih-tatih nyaris 2 tahun dan tak kunjung ditetapkan tersangka, Kejaksaan Negeri (Kejari) Sleman memanggil mantan Bupati Sleman periodde 2010-2015, Sri Purnomo untuk diperiksa pada Rabu (11/12/2024).
Kuasa Hukum Sri Purnomo, Soepriyadi tak membeberkan secara detail materi pemeriksaan yang dilakukan kliennya. Justru selepas Sri Purnomo diperiksa, nama Raudi Akmal yang tak lain adalah anak kandungnya bakal diperiksa pada Kamis (12/12/2024).
Kasus dugaan korupsi dana hibah pariwisata Sleman 2020 ini sangat lamban dalam penanganannya. Spekulasi adanya pihak luar yang sengaja menutup-nutupi kasus ini pun muncul.
Kendati begitu, spekulasi itu dibantah karena pihak Kejari bahkan Kejati DIY masih melakukan penyelidikan. Tak salah untuk kembali mengingat bagaimana kasus dugaan korupsi ini muncul ke permukaan, meski sepele namun dugaan kerugian negara dinilai sangat besar, di mana Kemenparekraf menggelontorkan dana sebasar Rp68,5 miliar.
Kejari Sleman Temukan Kejanggalan pada 2022
Mencuatnya kasus dugaan korupsi dana hibah pariwisata Sleman ini berawal pada 2022. Diketahui dugaan penyelewengan dana tersebut terjadi pada 2020 di mana kondisi Covid-19 dan Kementerian Pariwisata memberikan bantuan modal untuk pelaku wisata di sejumlah wilayah. Di sisi lain, pada 2020 merupakan momentum Pilkada.
Kejari Sleman yang bertugas saat itu, Widagdo bahkan telah memeriksa PPK berinisial KE pada September 2022. Meski begitu, pengusutan kasus ini terhenti cukup lama.
Dinaikkan ke Tahap Penyidikan
Pada April 2023, Kejari Sleman menaikkan kasus dugaan korupsi ini ke tahap penyidikan. Artinya sudah banyak saksi terperiksa yang harusnya sudah muncul nama-nama di balik kasus ini.
Pengamat Hukum, Susantio yang merupakan Alumni Magister Hukum UII menyoroti bahwa tim penyidik harusnya lebih mudah menemukan oknum yang memanfaatkan dana tersebut. Mengingat hibah yang diberikan adalah hibah swakelola tipe IV yang mekanisme penyelenggara swakelola ditetapkan oleh pimpinan kelompok masyarakat.
"Jika memang dilakukan dengan benar, kemungkinan besar mudah terdetect siapa saja koordinator atau oknum yang meminta fee atau apalah. Tentu muncul nama yang disebutkan oleh pengurus kelompok masyarakat itu," ujar Susantio dikutip dari Times.co.id, Kamis (12/12/2024).
Susantio juga menyebutkan bahwa Kejari Sleman sudah mengantongi dua alat bukti, sehingga penetapan tersangka dalam kasus ini tak perlu menunggu waktu lama.
Terhenti hampir Setahun
Pihak Kejari melalui Kasi Pidsus Kejari Sleman Ko Triskie Narendra juga sudah menyatakan ada saksi lain yang diperiksa pada April 2024 kemarin. Bahkan dari pengakuannya ada nama yang disampaikan saksi siapa yang menyuruhnya.
Mengutip dari Ketik.co.id ada saksi berinisial F yang ikut diperiksa untuk kembali menemukan oknum di balik dugaan korupsi ini. Meski begitu, Kejari Sleman tak kunjung menetapkan tersangka.
Berita Terkait
-
Usai Sri Purnomo, Raudi Akmal Besok Pagi Dijadwalkan Jalani Pemeriksaan Terkait Dugaan Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Mantan Bupati Sleman Jalani Pemeriksaan di Kejari Terkait Perkara Dugaan Korupsi Dana Hibah Pariwisata 2020
-
Nyoblos Bareng Keluarga, Kustini Sri Purnomo Optimis Menang Pilkada Sleman 2024
Terpopuler
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Erin Taulany Klarifikasi Soal Komentar Hamil Duluan: Sumpah Demi Allah Akun Saya Dibajak
- Viral Video Ulama Houthi Serukan Serangan ke Masjidil Haram dan Masjid Nabawi
- 6 HP Samsung Terbaik 2026! Mulai dari Kelas Flagship Hingga Entry-level
Pilihan
-
Tangis Ibrahim al-Madani Saat Pertama Azan di Masjidil Haram, Sang Muazin Tutup Usia di 51 Tahun
-
Merumuskan Kembali Bisnis Media Masa Depan di Local Media Summit 2026
-
KPK OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena
-
KPK Geledah Rumah Mewah Polisi Yayat Sudrajat di Depok, Terkait Kasus Suap Bekasi
-
Silmy Karim Kritik KPK! Bandingkan Nasibnya dengan Nusron Wahid
Terkini
-
Den Baguse Ngarso Punya Kebiasaan Kaul Prihatin Tidur di Teras, Sempat Dipijat Sebelum Meninggal
-
Den Baguse Ngarso Meninggal Dunia, Dunia Seni dan Hiburan Jogja Berduka
-
Cancer Awareness Month, Royal Ambarrukmo Yogyakarta Hadirkan Dukungan bagi Keluarga Pasien
-
Pasca Sebarkan Video Nirempati Korban MBG, Pegawai SPPG Dlingo Bantul Dipecat BGN
-
Sidak Dini Hari, Pemda DIY Temukan Pengelolaan MBG Tak Sesuai SOP, SPPG SMKN 2 Jogja Distop