SuaraJogja.id - Belasan warga luar daerah yang mencari kerja di Yogyakarta menjadi korban tipu gelap. Polisi menyebut kerugian total ditaksir mencapai Rp143 juta.
Dirreskrimum Polda DIY Kombes FX Endriadi menuturkan kasus ini terbongkar usai masuknya laporan terkait orang hilang pada medio Maret-Juli kemarin. Tercatat ada tiga laporan gangguan berapa orang hilang saat itu.
"Dari hasil pemeriksaan kami terhadap data dan penyelidikan terhadap orang hilang tersebut, kami akhirnya menemukan orang-orang yang dilaporkan hilang tersebut. Namun ternyata yang bersangkutan menjadi korban-korban penipuan," kata Endriadi, saat rilis di Mapolda DIY, Jumat (13/12/2024).
Diceritakan Endriadi, kejanggalan itu muncul dari laporan orang hilang pada Maret lalu. Saat itu pelapor mengaku anaknya pamit pergi untuk mencari pekerjaan di Jogja.
Baca Juga: Dua Bidan di Jogja Praktik Jual Beli Bayi Sejak 2010, Tercatat 66 Bayi Berhasil Dijual Puluhan Juta
Namun setelah beberapa saat tiba-tiba korban menghubungi orang tuanya untuk dikirimi uang sebesar Rp17 juta. Alasannya untuk mengganti HP milik temannya yang dihilangkan.
"Kemudian orang tua mentransfer kepada para pelaku. Namun sampai setelah ditransfer si orang hilang tersebut masih belum ditemukan, ini modus berlaku kepada tiga orang tersebut," ucapnya.
Mendapat laporan itu, kepolisian lantas melakukan upaya penyelidikan. Hasilnya didapatkan tiga orang hilang tersebut berada di dalam kos di daerah Sewon, Bantul.
"Setelah kita temukan para korban, kita introgasi bahwa ternyata para korban meminta uang kepada orang tuanya tadi adalah bohong. Permintaan tersebut karena disuruh oleh para pelaku," tuturnya.
Dari kejadian tersebut akhirnya para orang tua membuat laporan polisi terkait dengan penipuan, penggelapan dan atau pemerasan. Menindaklanjuti laporan itu, polisi kemudian berhasil menangkap dua orang pelaku yakni M seorang pria warga Boyolali, Jateng dan SN, perempuan warga Ciamis, Jabar.
Baca Juga: Bayi Dijual Rp55 Juta di Jogja, Dua Oknum Bidan Diciduk Polisi
Tak berhenti di situ, polisi kemudian mengembangkan lagi perkara tersebut. Sehingga menemukan delapan orang korban lain yang berada dalam satu lokasi kos di daerah Bantul dan diduga juga menjadi korban penipuan dengan modus tersebut.
Berita Terkait
-
Saatnya Resign setelah Lebaran?
-
Pasar Literasi Jogja 2025: Memupuk Literasi, Menyemai Budaya Membaca
-
Lisa Mariana Kerja Apa? Jengkel Dituduh Rela Bongkar Hubungan dengan RK demi Dapat Endorse
-
CEK FAKTA: Rekrutmen Kemenkes 2025 di Facebook, Asli atau Tipu-Tipu?
-
Bill Gates Prediksi Profesi Dokter dan Guru Bakal Hilang 10 Tahun Lagi
Terpopuler
- Kode Redeem FF 2 April 2025: SG2 Gurun Pasir Menantimu, Jangan Sampai Kehabisan
- Ruben Onsu Pamer Lebaran Bareng Keluarga Baru usai Mualaf, Siapa Mereka?
- Aib Sepak Bola China: Pemerintah Intervensi hingga Korupsi, Timnas Indonesia Bisa Menang
- Suzuki Smash 2025, Legenda Bangkit, Desain Makin Apik
- Rizky Ridho Pilih 4 Klub Liga Eropa, Mana yang Cocok?
Pilihan
-
Demi Jay Idzes Merapat ke Bologna, Legenda Italia Turun Gunung
-
Misi Mathew Baker di Piala Asia U-17 2025: Demi Negara Ibu Tercinta
-
Dear Timnas Indonesia U-17! Awas Korsel Punya Dendam 23 Tahun
-
Piala Asia U-17: Timnas Indonesia U-17 Dilumat Korsel Tanpa Ampun
-
Media Korsel: Hai Timnas Indonesia U-17, Kami Pernah Bantai Kalian 9-0
Terkini
-
Harga Kebutuhan Pokok di Kota Yogyakarta Seusai Lebaran Terpantau Stabil
-
Tiga Wisatawan Terseret Ombak di Pantai Parangtritis, Satu Masih Hilang
-
Cerita UMKM Asal Bantul Dapat Pesanan dari Amerika di Tengah Naiknya Tarif Impor Amerika
-
Diserbu 110 Ribu Penumpang Selama Libur Lebaran, Tiket 50 Perjalanan KA YIA Ludes
-
Kilas DIY: Bocah Jabar Nekat Curi Motor di Bantul hingga Penemuan Mayat di Sungai Progo