SuaraJogja.id - Dinas Perhubungan (Dishub) Bantul melarang kendaraan besar melewati Jalan Cinomati, perbatasan Kapanewon Pleret dan Dlingo saat libur Natal dan Tahun Baru. Larangan ini karena jalan tersebut menanjak dan curam, berpotensi mengakibatkan kecelakaan.
"Kami akan memberi tanda di Google Maps karena menghapus dari aplikasi tidak mungkin," kata Singgih Riyadi, Kepala Dishub Bantul, dikutip dari Harianjogja.com, Sabtu (14/12/2024).
Singgih menyatakan akan menempatkan personel untuk menjaga dan mengamankan jalur Cinomati yang dianggap rawan. Petugas akan meminta kendaraan besar untuk berputar balik jika nekat lewat.
Selain itu, sekitar 50 personel akan ditempatkan untuk mengamankan jalur rawan macet dan kecelakaan saat libur Nataru, khususnya di jalur objek wisata seperti Parangtritis dan kawasan Mangunan.
Untuk jalur alternatif menuju Pantai Parangtritis, Dishub akan melakukan rekayasa di Sempalan Pundong. Arus keluar dari Pantai Parangtritis akan searah melalui JJLS untuk menghindari penumpukan di pintu masuk TPR Parangtritis.
Pengaturan lalu lintas di Mangunan juga akan disusun. Jalur masuk bus wisata akan melalui Patuk, Gunungkidul hingga objek wisata Watu Goyang, kemudian diminta untuk berputar balik.
Polres Bantul akan menggelar Operasi Lilin Nataru mulai 23 Desember 2024 hingga 2 Januari 2025, dengan 306 personel tim gabungan bersama Dishub Bantul. Akan ada tiga pos pengamanan ditambah satu pos terpadu, yaitu Pos Pam Sedayu, Piyungan, Kretek Parangtritis, dan pos terpadu di simpang empat Druwo.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas 50 Jutaan dari Suzuki, Ideal untuk Harian karena Fungsional
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- Apakah Habis Pakai Cushion Perlu Pakai Bedak? Ini 5 Rekomendasi Cushion SPF 50
- 5 Rekomendasi HP RAM 8GB Rp1 Juta Terbaik yang Bisa Jadi Andalan di 2026
- 7 Sepatu Nike Tanpa Tali yang Praktis dan Super Nyaman untuk Lansia
Pilihan
-
ASEAN Para Games 2025: Nurfendi Persembahkan Emas Pertama untuk Indonesia
-
Perbedaan Jaring-jaring Kubus dan Balok, Lengkap dengan Gambar
-
Rupiah Loyo, Modal Asing Kabur Rp 27 Triliun Sejak Awal Tahun
-
Izin Tambang Emas Martabe Dicabut, Agincourt Resources Belum Terima Surat Resmi dari Pemerintah
-
Hashim dan Anak Aguan Mau Caplok Saham UDNG, Bosnya Bilang Begini
Terkini
-
Harapan Baru dari Perbukitan Menoreh, Petani Patihombo Mantap Kembangkan Kopi Arabika
-
Populasi Elang Jawa Terancam Punah, Habitat yang Berkurang Drastis Jadi Penyebab
-
Heboh Mbak Rara Pawang Hujan Ditegur Abdi Dalem Saat Labuhan Parangkusumo, Ini Respon Keraton Jogja
-
Cantik di Luar, Sunyi di Dalam: Tangisan Haru Pedagang Pasar Sentul Mengeluh Sepi Pembeli
-
Target PAD Pariwisata Bantul 2026: Realistis di Tengah Gempuran Gunungkidul dan Protes Retribusi