SuaraJogja.id - Institut Dialog Antar Iman di Indonesia (Institut DIAN) atau Interfidei (Institute for Inter-Faith Dialogue in Indonesia) menggelar doa bersama untuk terpidana mati kasus penyelundupan heroin Mary Jane Veloso.
Acara 'Doa Bersama untuk Mary Jane dan Korban Perdagangan Orang' itu sebagai bentuk ucapan syukur atas pemindahan Mary Jane dari Indonesia kembali ke Filipina setelah 14 tahun.
Doa bersama itu digelar secara hybird melalui daring dan luring di Kantor Interfidei, Banteng Utama, Kaliurang, Sleman.
"Maksud dari acara pada malam hari ini doa syukur kita bersama atas apa yang sudah dialami oleh Mary Jane Veloso yang kita tahu bersama-sama sudah selama 14 tahun mendekam di penjara dengan ketidakpastian hukum," kata Direktur Institut DIAN atau lebih dikenal dengan Interfidei, Elga Sarapung, Rabu malam.
Baca Juga: Dipindah ke Lapas Jakarta, Mary Jane: Bahagia Banget
Elga yang sempat bertemu dengan Mary Jane di Lapas Wonosari, Gunungkidul beberapa waktu lalu menyampaikan kekagumannya kepada kegigihan Mary Jane. Apalagi warga Filipina itu sudah mahir berbahasa Indonesia bahkan Jawa.
"Syukur kita kepada Tuhan bahwa doa-doa kita semua, siapapun yang selama ini mendukung perjuangan Mary Jane dan kita semua untuk keadilan kebenaran itu sudah secara bertahap benar-benar mulai dirasakan," ujarnya.
"Kita semua berharap kelanjutan proses ini akan tentu sangat menggembirakan kita nanti dan kami yakin Tuhan tidak menutup mata perjuangan kita ini," imbuhnya.
Sementara itu, Ibunda Mary Jane, Celia Veloso yang menyapa secara daring mengucapkan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung perjuangan sang putri hingga akhirnya bisa kembali ke Filipina setelah belasan tahun.
"Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada kalian semua atas semua dukungan kalian untuk putri saya. Seluruh keluarga saya sangat bahagia, karena Mary Jane akhirnya pulang bersama kami," tutur Celia.
Baca Juga: Update Kasus Mary Jane: Natal di Jogja, Belum Ada Kepastian Pemulangan
Meskipun bahagia bisa kembali pulang ke negara kelahirannya, namun kata Celia, Mary Jane juga bersedih meninggalkan orang-orang yang membersamai dia selama di Indonesia. Misalnya saja kepada Romo Bernhard Kieser yang selama ini menjadi pendamping rohaninya.
Berita Terkait
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Libur Singkat, Ini Momen Bek PSS Sleman Abduh Lestaluhu Rayakan Idulfitri Bersama Keluarga
-
Gustavo Tocantins Beri Sinyal Positif, PSS Sleman Mampu Bertahan di Liga 1?
-
Dibayangi Degradasi, Pieter Huistra Bisa Selamatkan Nasib PSS Sleman?
-
Filipina Undang Indonesia Hadapi Afrika Selatan dalam GoTyme Bank Cup 2025
Terpopuler
- Kode Redeem FF 2 April 2025: SG2 Gurun Pasir Menantimu, Jangan Sampai Kehabisan
- Ruben Onsu Pamer Lebaran Bareng Keluarga Baru usai Mualaf, Siapa Mereka?
- Aib Sepak Bola China: Pemerintah Intervensi hingga Korupsi, Timnas Indonesia Bisa Menang
- Suzuki Smash 2025, Legenda Bangkit, Desain Makin Apik
- Rizky Ridho Pilih 4 Klub Liga Eropa, Mana yang Cocok?
Pilihan
-
Demi Jay Idzes Merapat ke Bologna, Legenda Italia Turun Gunung
-
Misi Mathew Baker di Piala Asia U-17 2025: Demi Negara Ibu Tercinta
-
Dear Timnas Indonesia U-17! Awas Korsel Punya Dendam 23 Tahun
-
Piala Asia U-17: Timnas Indonesia U-17 Dilumat Korsel Tanpa Ampun
-
Media Korsel: Hai Timnas Indonesia U-17, Kami Pernah Bantai Kalian 9-0
Terkini
-
Harga Kebutuhan Pokok di Kota Yogyakarta Seusai Lebaran Terpantau Stabil
-
Tiga Wisatawan Terseret Ombak di Pantai Parangtritis, Satu Masih Hilang
-
Cerita UMKM Asal Bantul Dapat Pesanan dari Amerika di Tengah Naiknya Tarif Impor Amerika
-
Diserbu 110 Ribu Penumpang Selama Libur Lebaran, Tiket 50 Perjalanan KA YIA Ludes
-
Kilas DIY: Bocah Jabar Nekat Curi Motor di Bantul hingga Penemuan Mayat di Sungai Progo