SuaraJogja.id - Pada tahun 2024, setidaknya terdapat dua puluh kasus kejahatan jalanan di Yogyakarta yang sering disebut warga setempat sebagai aksi klitih. Fenomena ini kembali menjadi perhatian serius.
Terulangnya aksi klitih di Yogyakarta bukan hanya disebabkan oleh pergeseran makna yang semakin negatif, tetapi juga menjadi peringatan bagi semua pihak. Tidak hanya aparat kepolisian yang harus bertindak, tetapi juga masyarakat, termasuk orang tua dan pihak sekolah, perlu meningkatkan pengawasan dan keamanan di wilayah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta guna menekan jumlah kasus klitih.
Kadiv Humas Jogja Police Watch (JPW), Baharuddin Kamba mengungkapkan, data yang dihimpun dari berbagai sumber, hingga tahun 2024 tercatat setidaknya dua puluh kasus klitih.
"Dari data ini menunjukkan bahwa aksi kejahatan jalanan ini terjadi hampir setiap bulan sepanjang tahun. Dibandingkan dengan tahun 2023 yang mencatat 12 kasus, jumlah ini menunjukkan peningkatan signifikan pada tahun 2024," kata dia, Kamis (26/12/2024).
Meskipun demikian, beberapa insiden yang awalnya diduga sebagai aksi klitih telah dibantah oleh kepolisian dan dinyatakan bukan bagian dari fenomena tersebut.
Sebagian besar korban klitih mengalami luka akibat serangan senjata tajam, bahkan beberapa di antaranya meninggal dunia.
Para pelaku biasanya menyerang korban secara acak tanpa adanya hubungan antara pelaku dan korban. Serangan ini terjadi pada jam-jam rawan, seperti dini hari, bahkan ada pula yang terjadi di siang hari.
Yang lebih mengkhawatirkan, baik pelaku maupun korban klitih sebagian besar masih berstatus pelajar dan berusia di bawah umur. Para pelaku sering menggunakan senjata tajam seperti gir, pedang, atau celurit dalam aksinya.
Untuk mengantisipasi lonjakan aksi klitih, khususnya menjelang malam pergantian tahun, semua pihak diharapkan lebih waspada. Program “Jumat Curhat” yang digagas oleh Kapolda DIY, Irjen Pol Suwondo Nainggolan dinilai belum efektif dalam meminimalisir aksi klitih, karena insiden ini justru kembali marak terjadi.
Baca Juga: Bukan Klitih, Ini Fakta di Balik Penangkapan Sekelompok Remaja di Selokan Mataram
Berita Terkait
Terpopuler
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- Kekayaan Jusuf Hamka yang Dilaporkan Hary Tanoesoedibjo ke Polisi
- Jaksa Agung Burhanuddin Muncul di Istana, Bantah Bakal Dilantik jadi Jampidum
- 3 Sepatu Lokal Paling Nyaman dan Empuk untuk Jalan Terbaik Menurut Review
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
Bahlil Rangkap Menteri dan Menko, Pengamat Sebut Prabowo Selamatkan Agenda Politik 2029
-
Resep Kuliner Tradisional Mulai Hilang, 45 Persen Warisan Gastronomi Indonesia Terancam Punah
-
Keluarga Eks-Napiter Terjebak Stigma, Deradikalisasi Dinilai Tak Cukup Sasar Pelaku
-
JPW: Kapolri Baru Tak Berdampak Jika Pekerjaan Rumah Dibiarkan Mangkrak
-
Pratikno dan Listyo Sigit Kena Resuffle, Prabowo Disebut Bersih-bersih Orang Jokowi