SuaraJogja.id - Dua peristiwa gantung diri terjadi di wilayah Gunungkidul sepanjang hari Jumat (27/12/2024) kemarin. Dengan penambahan dua kasus gantung diri dalam sehari kemarin, maka jumlah angka bunuh diri di Gunungkidul selama 2024 mencapai 26 kasus.
Peristiwa pertama terjadi Jumat pagi di Padukuhan Karangduwet 1 kalurahan Karangrejek Kapanewon Wonosari. Kemudian peristiwa kedua terjadi Jumat petang di Padukuhan Gentungan Kalurahan Karangmojo Kapanewon Karangmojo.
Kapolsek Wonosari, Kompol Edi Purnomo menuturkan seorang ibu rumah tangga berinisial SM (46) ditemukan mennggantung di dalam kamar tidurnya. peristiwa itu terjadi pada hari Jumat (21/12/2024) sekitar pukul 08.00 WIB.
"Sebelum ditemukan gantung diri, SM sempat membeli telur di warung," ujar dia dikutip Sabtu (28/12/2024).
Kemudian sekitar pukul 08.00 WIB, suami korban berteriak histeris sehingga warga berdatangan ke rumah korban. Ketika ditemukan korban dalam kondisi menggantung di usuk (rangka atap) rumahnya di dalam kamar.
Gantung diri kedua di Kapanewon Karangmojo di mana lelaki berinisial AP (45) warga Gentungan Karangmojo ditemukan gantung diri di sebuah gubug di tengah ladang dalam posisi terduduk.
"AP ditemukan warga sekira pukul 18.00 WIB," tambah Kapolsek Karangmojo Kompol Anang Prastawa.
Sekira pkul 18.00 WIB warga mencari keberadaan korban karena belum pulang. Warga melihat AP duduk di sebuah gubuk di ladang. Setelah didekati ternyata AP dalam keadaan mninggal dengan kondisi tergantung dengan tali rafia posisi duduk kaki lurus.
Dari hasil pemeriksaan medis menerangkan bahwa tidak ada tanda-tanda kekerasan dan kejadian merupakan murni gantung diri. Di mana kala ditemukan posisi mayat sudah dalam keadaan lemas.
Baca Juga: Jangan jadi Korban, Kenali Tanda-tanda Rip Current di Pantai Gunungkidul
"Penyebab utama gantung diri korban depresi atau ganguan jiwa," ujarnya.
Wakapolres Gunungkidul, Kompol Sumanto mengungkapkan dengan penambahan dua kasus bunuh diri selama hari Jumat kemarin maka total ada 26 kasus bunuh diri yang terjadi selama tahun 2024 ini. Jumlah tersebut sebenarnya mengalami penurunan jika dibandingkan dengan angka kasus bunuh diri tahun 2023 yang lalu.
"Tahun 2023 lalu ada 29 kasus bunuh diri," kata dia.
Angka bunuh diri di kabupaten Gunungkidul didominasi oleh kasus gantung diri. Persoalan ekonomi dan rumah tangga menjadi pemicu paling besar dalam angka bunuh diri di kabupaten ini. Rata-rata selama setahun angka bunuh diri di wilayah ini mencapai 30 kasus.
Catatan Redaksi: Hidup sering kali sangat sulit dan membuat stres, tetapi kematian tidak pernah menjadi jawabannya. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit dan berkecederungan bunuh diri, sila hubungi dokter kesehatan jiwa di Puskesmas atau Rumah sakit terdekat.
Bisa juga Anda menghubungi LSM Jangan Bunuh Diri melalui email janganbunuhdiri@yahoo.com dan telepon di 021 9696 9293. Ada pula nomor hotline Halo Kemkes di 1500-567, yang bisa dihubungi untuk mendapatkan informasi di bidang kesehatan 24 jam.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Curhat ke Sri Sultan, GNB Ungkap Krisis Kepercayaan Publik pada Negara Kian Mengkhawatirkan
-
Mobil Brimob Terserempet KA Bandara di Sedayu, Begini Kronologinya
-
Hari Anak Nasional 2026, BRI Peduli Ini Sekolahku Gelar Kegiatan Edukatif Sekolah Dasar
-
Satgas PPKPT Pastikan Kampus Jadi Ruang Aman dari Kekerasan dan Perundungan
-
Minta Rp15 Juta Tak Kunjung Diberi, Anak di Bantul Bakar Rumah Orang Tuanya