SuaraJogja.id - Dugaan aksi klitih sempat mencuat di media sosial usai malam tahun baru. Sebuah unggahan di grup Facebook @Info Cegatan Jogja oleh akun @Aditya Miko menyebut adanya tindak kejahatan jalanan yang menimpa dua perempuan di kawasan Bantul. Unggahan tersebut langsung memancing perhatian warganet.
"Monitor... Ijin share sederek... Baru saja terjadi tindak kejahatan jalanan (klitih) korban perempuan (kakak). Kejadian di selatan gedung Madu Candya. Kendaraan pelaku KLX 2 unit, 1 Ninja SS, 2 Scoopy (ninja dan KLX warna hitam hijau), pelaku mengarah ke selatan. Korban sementara di IGD Gamping," tulis pemilik akun.
Namun, hasil penyelidikan Polres Bantul menunjukkan fakta berbeda. Kasi Humas Polres Bantul, AKP I Nengah Jeffry Prana Widnyana, mengungkapkan bahwa kejadian tersebut ternyata bukan akibat aksi klitih, melainkan kecelakaan tunggal.
"Informasi awal memang ada dugaan kejahatan jalanan. Namun setelah diselidiki, peristiwa itu adalah laka tunggal akibat pengendara yang mabuk berat," kata Jeffry, Kamis (1/1/2025).
Korban dalam kejadian ini adalah Andri Yunianto (29), pengendara sepeda motor, bersama kakaknya, Puji Pungkas Asih (34), sebagai pembonceng. Keduanya terlibat kecelakaan di Jalan Mrisi, sebelah selatan Wisma Madukismo, Dusun Padokan, Kalurahan Tirtonirmolo, Kapanewon Kasihan.
Menurut keterangan saksi yang menolong korban, mereka menabrak pohon akibat hilang kendali. Namun, pengendara Andri sempat mengaku dikejar beberapa orang tak dikenal sehingga kehilangan kendali.
"Pengendara dalam kondisi mabuk berat dan mengaku sebelumnya mengonsumsi miras yang dibeli secara COD," ujar Jeffry.
Fakta ini diperkuat oleh keterangan istri Andri, yang menyatakan bahwa suaminya dalam kondisi mabuk sebelum pergi. Sementara itu, Puji Pungkas Asih, yang dibonceng, tidak merasa ada yang mengejar mereka.
Akibat kecelakaan tersebut, Andri mengalami luka retak pada telapak kaki kiri, sedangkan Puji mengalami luka sobek sepanjang 10 cm di bagian jidat. Keduanya langsung dilarikan ke RS PKU Muhammadiyah Gamping menggunakan ambulans.
Baca Juga: Polda DIY Catat Jumlah Kecelakaan Meningkat Setahun Terakhir tapi Korban Meninggal Dunia Turun
Polisi masih mendalami kejadian ini untuk memastikan kronologi sebenarnya. Namun, berdasarkan hasil sementara, kuat dugaan bahwa kecelakaan terjadi karena pengendara tidak mampu mengontrol laju motor akibat pengaruh alkohol.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak sembarangan menyebarkan informasi yang belum terbukti kebenarannya, terutama terkait dugaan tindak kejahatan jalanan. Hal ini bisa memicu keresahan di masyarakat," tutup Jeffry.
Kontributor : Julianto
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 6 Sunscreen Pencerah di Indomaret yang Worth It Masuk Keranjang Belanja
Pilihan
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
Terkini
-
PRIMEFEST 2026: Perayaan Pesta Rakyat
-
Dedikasi Mantri BRI Jaga Akses Keuangan Masyarakat di Wilayah Kepulauan Sulawesi Tengah
-
Libur Sekolah Jadi Masa Rawan, SAR Yogyakarta Ingatkan Bahaya Ombak Pantai Selatan
-
ARTJOG 2026 Memanas! Kehadiran Didit Prabowo Batal Usai Diprotes Seniman
-
Total Jadi 27 Orang, Seretan Tersangka Kekerasan Anak di Daycare Little Aresha Kian Panjang