SuaraJogja.id - KAI Daop 6 Yogyakarta melaporkan bahwa selama 22 hari masa Angkutan Lebaran 2025, mulai 21 Maret hingga 11 April, sebanyak 150.442 tiket kereta api telah terjual. Data ini diperbarui pada Selasa (25/2/2025) dan mencakup kereta api dengan keberangkatan awal dari wilayah operasional KAI Daop 6 Yogyakarta.
Manager Humas Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, mengungkapkan bahwa hingga Selasa (25/2/2025) pukul 13.00 WIB, okupansi tertinggi terjadi pada masa arus balik Lebaran, yakni Jumat (4/4/2025) dan Minggu (6/4/2025), masing-masing dengan tingkat keterisian kursi sebesar 89 persen.
"Tiket untuk masa arus mudik Lebaran 2025 masih tersedia. Masyarakat diimbau untuk segera merencanakan jadwal perjalanan dan membeli tiket kereta api Lebaran 2025 agar tidak kehabisan," ujar Feni melalui keterangan tertulisnya, Selasa.
Rincian Okupansi Harian Kereta Api Jarak Jauh KAI Daop 6 Yogyakarta
Berikut adalah data okupansi per hari untuk KA jarak jauh dengan keberangkatan awal dari stasiun di wilayah Daop 6 Yogyakarta selama masa Angkutan Lebaran 2025 (21 Maret - 11 April 2025):
-21 Maret 2025: 11 persen (1.960 tiket terjual)
-22 Maret 2025: 16 persen (2.807 tiket terjual)
-23 Maret 2025: 18 persen (3.061 tiket terjual)
-24 Maret 2025: 15 persen (2.564 tiket terjual)
-25 Maret 2025: 16 persen (2.720 tiket terjual)
-26 Maret 2025: 20 persen (3.487 tiket terjual)
-27 Maret 2025: 26 persen (4.504 tiket terjual)
-28 Maret 2025: 35 persen (6.007 tiket terjual)
-29 Maret 2025: 33 persen (5.660 tiket terjual)
-30 Maret 2025: 25 persen (4.310 tiket terjual)
Berita Terkait
-
Apresiasi Pemberian Diskon Sejumlah Moda Transportasi saat Lebaran, Pustral UGM Minta Pemerintah Perhatikan Hal Ini
-
Penumpang Difabel Sering Kesulitan Akses Transportasi Publik, Kartu Disabilitas Dibagikan di Jogja
-
ARTOTEL Yogyakarta Ramaikan Ramadan dengan Waktunya Indonesia Berbuka: Sajikan Menu Lokal sampai Menginap 40 Jam
Terpopuler
- 36 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 22 Januari: Klaim TOTY 115-117, Voucher, dan Gems
- Alur Lengkap Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Pariwisata Sleman yang Libatkan Eks Bupati Sri Purnomo
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- Lula Lahfah Pacar Reza Arap Meninggal Dunia
- 5 Lipstik Ringan dan Tahan Lama untuk Usia 55 Tahun, Warna Natural Anti Menor
Pilihan
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
-
300 Perusahaan Batu Bara Belum Kantongi Izin RKAB 2026
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
-
Fit and Proper Test BI: Solikin M Juhro Ungkap Alasan Kredit Loyo Meski Purbaya Banjiri Likuiditas
-
Dompet Kelas Menengah Makin Memprihatinkan, Mengapa Kondisi Ekonomi Tak Seindah yang Diucapkan?
Terkini
-
Anti Hujan! 10 Destinasi Wisata Indoor Jogja Paling Asyik untuk Liburan Keluarga
-
3 Rekomendasi SUV Bekas, Type Premium Bisa Dibawa Pulang dengan Modal Rp80 Jutaan
-
Demi Keselamatan Publik! Mahasiswa UMY Gugat UU LLAJ ke MK Setelah Jadi Korban Puntung Rokok
-
Harda Kiswaya di Persidangan: Hibah Tak Pernah Dikaitkan Pilkada
-
7 Fakta Panas Sidang Korupsi Dana Hibah Pariwisata Sleman: Bupati Harda Kiswaya Terlibat?