SuaraJogja.id - Peristiwa pelecehan seksual non-fisik terjadi di kampus FISIP UPN Veteran Yogyakarta. Saat ini pelaku sudah diamankan dan diserahkan kepada pihak kepolisian.
Hal ini dibenarkan Sub Koordinator Humas dan Kerjasama UPN Veteran Yogyakarta, Panji Dwi Ashrianto. Dia bilang pelaku pelecehan seksual itu sudah ditangkap pada 27 Februari 2025 kemarin.
"Kejadian tersebut [pelecehan seksual di UPN Veteran Yogyakarta] benar adanya," kata Panji saat dikonfirmasi, Senin (3/3/2025).
Disampaikan Panji, pelaku bukan merupakan mahasiswa dari UPN. Melainkan orang asing dari luar kampus yang kebetulan berada di sekitar area kampus.
"Iya [orang luar kampus] menurut keterangan bukan [mahasiswa UPN]. Sudah cukup berusia, sempat mengaku alumni salah satu prodi di UPN," ujarnya.
Berdasarkan laporan yang diterima, Panji menuturkan peristiwa itu terungkap setelah ada beberapa mahasiswa yang berada di sekitar tangga Gedung Agus Salim lantai 2 mencurigai gerak-gerik pelaku. Saat itu pelaku pelecehan berjalan naik turun tangga.
Beberapa mahasiswa tersebut sempat menanyakan motif pelaku dalam pelecehan seksual. Saat diberikan pertanyaan oleh beberapa mahasiswa, pelaku pelecehan seksual tidak kooperatif dan menjawab pertanyaan.
Lantas, pelaku pelecehan seksual diamankan oleh pihak kampus. Untuk kemudian diselidiki lebih dalam oleh satuan keamanan kampus dan beberapa mahasiswa.
"Setelah diselidiki lebih dalam, tersangka pelaku pelecehan seksual terbukti dan mengaku telah melakukan tindak asusila terhadap mahasiswi yang sedang melakukan ibadah di beberapa waktu ke belakang," ungkapnya.
Baca Juga: Diduga Lakukan Pelecehan Seksual saat Melintas di Glagahsari, Pria di Jogja Diamankan Polisi
Pelaku pelecehan seksual itu, kata Panji, bahkan terbukti menyimpan foto dan video tindak asusila. Termasuk ditemukan bukti memiliki grup Whatsapp yang digunakan untuk mengirimkan foto dan video kepada komplotan pelaku.
"Sampai saat ini, pelaku telah diamankan oleh pihak berwenang," tegasnya.
Terkait korban, Panji bilang sejauh ini hanya ada satu yang sudah melapor. Pendampingan bakal diberikan kepada korban terkait kasus pelecehan seksual ini.
"Sejauh ini kalau yang melapor baru satu [korban]. Terkait pendampingan kami masih menunggu laporan resmi korban ke PPKS di level universitas," ujarnya.
Mengantisipasi hal serupa terulang kembali, pihak kampus berupaya untuk memperketat pengawasan dan keamanan. Termasuk memperketat skrining orang keluar masuk lingkungan kampus.
"Kami berupaya menginsentifkan keamanan, beberapa personel sebenarnya sudah kami taruh di lobi kampus untuk screening orang yang keluar masuk, namun memang kejadian tersebut terjadi di luar jam kerja. Tindakan lebih lanjut masih dalam pembahasan bidang-bidang yang berwenang," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
Penjualan Hewan Kurban di Sleman Lesu, Pedagang Keluhkan Penurunan Omzet
-
Petani Jogja Makin Terjepit! Biaya Angkut dan Karung Mahal Gegara BBM Naik, Kesejahteraan Merosot
-
Diduga Keracunan Makanan Pamitan Haji, 43 Warga Sleman Alami Diare dan Demam
-
Menyambut Derby DIY di Super League Musim Depan, Bupati Sleman: Hilangkan Rivalitas Tidak Sehat
-
Viral Pelari di Jogja Dipukul OTK Saat Ambil Minum, Begini Kronologinya