SuaraJogja.id - Kecelakaan bus yang melibatkan bus PO Mira dengan light truk di Babarsari, Caturtunggal, Depok, Sleman. Nahas sopir bus meninggal dunia akibat peristiwa tersebut.
Kanit Gakkum Sat Lantas Polresta Sleman, AKP Sutarman menuturkan laka lantas itu terjadi di Jl. Adi Sucipto tepatnya depan Komplek AU Blok F, Babarsari, Caturtunggal, Depok, Sleman pada Rabu (12/3/2025) sekira pukul 02.50 WIB.
"Sopir bus, AR (40) warga Mancilan, Mojoagung, Jombang, Jawa Timur mengalami luka cidera kepala berat. Meninggal dunia dan dibawa ke RS Bhayangkara," kata Sutarman saat dikonfirmasi wartawan, Rabu pagi.
Peristiwa itu bermula saat light truk dengan nomor polisi B 9194 UH dan bus PO Mira nomor polisi S 7217 US sama-sama melaku dari arah timur ke barat. Ketika itu posisi truk berada di depan bus Mira tersebut.
"Sesaat sebelum terjadinya kecelakaan diduga sopir Bus PO Mira mengemudikan busnya kurang konsentrasi sehingga membentur bagian belakang light truk dan menyebabkan terjadinya kecelakaan lalu lintas," ungkapnya.
Dalam peristiwa ini, kernet bus Mira berinisial RAM (27) warga Canggu, Jetis, Mojokerto, Jawa Timur mengalami luka lecet kaki dan tangan. Lalu untuk kru atau kondektur EN (57) warga Mojoagung, Jombang, Jawa Timur tidak mengalami luka.
Sementara itu saat kejadian bus membawa satu penumpang pria berinisial R (63) warga Mojoroto, Kediri, Jawa Timur. Beruntung penumpang tersebut hanya mengalami cidera kaki dan tangan.
Sedangkan untuk pengemudi light truk berinisial WS (21) warga Srandakan, Bantul tidak mengalami luka. Begitu pula dengan penumpang truk DAF (25) yang juga warga Srandakan, Bantul.
"Light truk rusak pada body belakang penyok. Bus PO Mira rusak body depan ringsek dan kaca depan pecah. Kerugian materi Rp 10 juta," ujarnya.
Baca Juga: Hujan Es Guyur Kota Jogja dan Sleman, Ukurannya Sebesar Batu Kerikil
Berita Terkait
Terpopuler
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- Kenapa Raffi Ahmad Diboikot? Ini Kronologi Acara Sumpah Pemuda sampai Rans Carnival Sepi
- Margarito Kamis Jelaskan Isi Putusan MA, RI Tak Lagi Punya Wakil Presiden yang Sah?
Pilihan
-
Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
-
Tak Perlu Bongkar Kitab, Muhammadiyah Bikin AI Khusus ChatHPT untuk Jawab Persoalan Agama
-
Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
Terkini
-
Viral Titik Nol Km Jogja Dipasang Kawat Duri, Pemda DIY Merasa Tak Dikabari Polisi
-
IAGI Soroti Tantangan Eksploitasi Kekayaan Geologi: Jangan Korbankan Lingkungan!
-
Tak Perlu Bongkar Kitab, Muhammadiyah Bikin AI Khusus ChatHPT untuk Jawab Persoalan Agama
-
Copot Kapolres Sukoharjo Tak Cukup, Penggeledahan Ponpes Disebut JPW Efek Mutasi Awur-awuran
-
Generasi Muda Mulai Apatis terhadap Tuhan, Muhammadiyah Jawab Fenomena Agnostisisme dengan ChatHPT