Baru sekitar 3 hari terakhir ada pembeli yang datang membeli.
"Ya turun lumayan, lebih dari 30 persen. Padahal tahun lalu, H+10 ramadan sudah ramai [pembeli] sampai lebaran, padahal harganya justru lebih tinggi tahun lalu dibandingkan sekarang, tapi daya beli masyarakat justru berkurang sekarang ini," tandasnya.
Sepinya pembeli menjelang Lebaran ini, lanjut Ida laiknya kondisi saat pandemi Covid-19 beberapa tahun silam. Akhirnya Ida tidak mau kulakan banyak karena takut tidak laku.
"Kami ambil stok dari Muntilan dan Magelang, apalagi saat ini kan curah hujan tinggi, makin parah harga tinggi tapi pembeli berkurang," jelasnya.
Sebelumnya Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) DIY, Deddy Pranowo mengungkapan kebijakan efisiensi anggaran pemerintah berdampak signifikan pada okupansi hotel di DIY.
Tingkat reservasi hotel di DIY mengalami penurunan drastis dibandingkan Lebaran tahun lalu.
Okupansi hanya mencapai 5– 20 persen menjelang Lebaran pada periode 26 Maret hingga 1 April 2025.
Jumlah ini turun dari okupansi Januari 2025 lalu mencapai sekitar 70 persen dan Februari 2025 sebanyak 40 persen.
Padahal saat ini terdapat 439 hotel di DIY, dengan sekitar 120–130 hotel tergabung dalam PHRI DIY.
Baca Juga: Lebih dari 5.000 Karyawan Terancam PHK, PHRI DIY Tuntut Relaksasi Pajak
Dampak krisis minimnya okupansi dirasakan tidak hanya oleh hotel berbintang, tetapi juga penginapan non-bintang dan homestay.
Terjun bebasnya ekonomi di Indonesia terjadi karena banyak faktor. Keputusan pemerintah terhadap efisiensi anggaran, berimbas juga ke seluruh sektor.
Pemerintah tentu memiliki tanggungjawab yang besar terhadap kondisi yang terjadi. Di sisi lain munculnya isu investasi Danantara yang dianggap cara pemerintah menstabilkan ekonomi dikhawatirkan warga.
Pasalnya munculnya isu efisiensi tersebut, bersamaan dengan anggaran negara yang dialihkan untuk Danantara ke depannya.
Di mana investasi Danantara masih banyak celah potensi gagal dan tanggungjawab pemerintah lepas tangan juga cukup besar, berkaca dari kasus Jiwasraya.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Berita Terkait
Terpopuler
- Aliran Minyak di Selat Hormuz Sudah Normal, Mengapa Harga BBM Masih Mahal?
- Selamat Tinggal Kevin Diks, Cabut Lebih Cepat dari Skuad Timnas Indonesia Usai Juara
- Usai Temuan Kamar Mewah, Ombudsman Garap Dugaan Pungli Rp150 Ribu per Minggu di Lapas Cibinong
- Menyakitkan Para Pencari Kerja, Guru Besar UGM: Perbuatan Gibran Tercela, Harus Diselesaikan
- 8 Sneakers Lokal Paling Nyaman dan Modis untuk Gaya Harian, Mulai Rp200 Ribuan
Pilihan
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
-
Nama Puan Disebut Jadi Pengganti Gibran, Begini Respons Ketua DPR
Terkini
-
Usai Dilantik, Bupati Sleman Minta 5 Lurah PAW Diminta Fokus pada Program dan Pelayanan Publik
-
Resmi Pimpin Candibinangun, Atik Sunaryati Komitmen Salurkan Gaji dan Hak Pelungguh untuk Warga
-
Cuaca Jogja Dihantam Panas Berkepanjangan, ISPA Meledak 13.677 Kasus, Naik 1.059 dalam Sepekan
-
Tren "Pernikahan Hemat" Meningkat, Merapi Merbabu Hadirkan Paket Wedding Mulai Rp45 Juta
-
MK Tolak Diskualifikasi, Gibran Harus Gentleman Buka Bukti Ijazah