"Sudah sampai ke Sekda. Akan diajukan ke Bupati dan semoga disetujui. Tapi karena efisiensi anggaran, perlu dicermati dulu. Kami juga ajukan masuk program quick win Bupati," tambahnya.
Sementara soal kemungkinan penularan ke manusia, Wibawanti enggan berkomentar lebih jauh karena menjadi kewenangan Dinas Kesehatan.
Namun ia tidak menampik potensi keterkaitan antara kasus-kasus kematian hewan dan jalur distribusi daging ilegal.
"Ada kemungkinan ternak-ternak itu terkait. Mungkin pembelinya sama. Tapi ini masih perlu kajian lebih lanjut," pungkasnya.
Antraks adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Bacillus anthracis. Penyakit ini dapat menyerang manusia dan hewan, dan memiliki berbagai bahaya yang perlu diwaspadai.
Bahaya Antraks pada Manusia:
* Kematian: Ini adalah bahaya paling serius dari antraks. Antraks, terutama yang menyerang paru-paru (antraks inhalasi) atau menyebabkan infeksi sistemik, dapat berakibat fatal jika tidak diobati dengan cepat dan tepat.
* Komplikasi Serius: Bahkan jika pasien selamat, antraks dapat menyebabkan komplikasi jangka panjang, seperti:
* Meningitis: Peradangan pada selaput otak dan sumsum tulang belakang.
* Syok Septik: Respons tubuh yang berlebihan terhadap infeksi, yang dapat menyebabkan kerusakan organ.
* Kerusakan Jaringan Permanen: Terutama pada antraks kulit, dapat menyebabkan jaringan parut yang signifikan.
* Ketakutan dan Panik: Kasus antraks, terutama jika terkait dengan serangan bioterorisme, dapat menyebabkan ketakutan dan panik di masyarakat.
* Dampak Ekonomi: Penyakit antraks pada hewan ternak dapat menyebabkan kerugian ekonomi yang besar bagi peternak dan industri terkait.
* Isolasi dan Stigma: Penderita antraks mungkin mengalami isolasi sosial dan stigma karena ketakutan orang lain terhadap penularan penyakit.
Jenis Antraks dan Bahayanya:
* Antraks Kulit (Cutaneous Anthrax):
* Biasanya tidak mematikan jika diobati dengan antibiotik.
* Dapat menyebabkan luka kulit yang khas (eschar) dengan jaringan mati di tengahnya.
* Jika tidak diobati, infeksi dapat menyebar ke aliran darah dan menjadi lebih serius.
* Antraks Inhalasi (Inhalation Anthrax):
* Jenis antraks yang paling mematikan.
* Gejala awal mirip flu biasa, tetapi dengan cepat berkembang menjadi masalah pernapasan yang parah, syok, dan kematian.
* Membutuhkan pengobatan segera dengan antibiotik dan perawatan suportif.
* Antraks Gastrointestinal (Gastrointestinal Anthrax):
* Terjadi akibat mengonsumsi daging hewan yang terinfeksi.
* Menyebabkan gejala seperti mual, muntah, sakit perut, dan diare berdarah.
* Dapat menyebabkan peradangan usus yang parah dan kematian jika tidak diobati.
* Antraks Suntik (Injection Anthrax):
* Terjadi akibat menyuntikkan narkoba yang terkontaminasi bakteri antraks.
* Gejala mirip dengan antraks kulit, tetapi infeksi dapat menyebar lebih cepat dan lebih sulit diobati.
Baca Juga: Kunjungan Wisatawan saat Libur Lebaran di Gunungkidul Menurun, Dispar Ungkap Sebabnya
Pencegahan:
* Vaksinasi: Vaksin antraks tersedia untuk orang-orang yang berisiko tinggi terpapar, seperti pekerja laboratorium yang menangani bakteri antraks, personel militer, dan orang-orang yang tinggal di daerah dengan wabah antraks.
* Pengendalian Hewan: Vaksinasi hewan ternak dan pemantauan kesehatan hewan secara teratur dapat membantu mencegah penyebaran antraks ke manusia.
* Penanganan Bangkai yang Aman: Bangkai hewan yang mati karena antraks harus dibakar atau dikubur dengan aman untuk mencegah penyebaran spora bakteri.
* Kebersihan dan Sanitasi: Mencuci tangan secara teratur dengan sabun dan air, terutama setelah kontak dengan hewan atau tanah, dapat membantu mengurangi risiko infeksi.
Kontributor : Julianto
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Izin Bodong! Daycare Little Aresha Jogja Ternyata Tak Berizin, 53 Anak Jadi Korban Kekerasan
-
Satu Kamar Diisi 20 Anak! Polresta Jogja Bongkar Praktik Tak Manusiawi di Daycare Umbulharjo
-
BRILink Agen Mekaar Bertransformasi Jadi Motor Ekonomi dan Lifestyle Micro Provider
-
Berawal dari Ijazah Ditahan, Eks Karyawan Bongkar Dugaan Kekerasan Anak di Daycare Little Aresha
-
Bukan Sekadar Luka, Video Buktikan Anak-anak di Daycare Little Aresha Diikat Tanpa Baju