SuaraJogja.id - Sepak Terjang Dessy Arfianto, Ketua Asprov PSS DIY yang Ngaku Tangannya Sakit saat Drawing Liga 4
Drawing Liga 4 yang dilakukan beberapa waktu lalu menjadi sorotan. Pelaksana drawing yang diketahui bernama Dessy Arfianto dicurigai sengaja mengambil kertas yang sudah disiapkan alih-alih membacakan kertas dari dalam bola yang diambil.
Nama Dessy Arfianto pun mendadak ramai di media sosial. Bahkan banyak yang menuding bahwa drawing Liga 4 itu sudah disetting dengan matang agar tim yang bertarung mendapat lawan yang diinginkan.
Terlepas dari dugaan hingga kecurigaan publik, Dessy Arfianto ternyata orang yang memiliki jabatan tak biasa di PSSI.
Berikut ini sepak terjang Dessy Arfianto di dunia sepak bola hingga muncul skandal pengaturan drawing Liga 4.
Sosok Dessy Arfianto
Mengutip dari laman PSSI, Senin (14/4/2025), Dessy Arfianto adalah Ketua Asprov PSSI DI Yogyakarta. Ia terpilih sejak 6 Mei 2023 lalu.
Dessy Arfianto menjabat sebagai Ketua Asprov PSSI DIY pada 2023 -2027. Pada pemilihan tersebut, dihadiri 27 voters.
Pada pemilihan tertutup itu, Dessy unggul 17 suara sementara ada dua calon lainnya, yakni Nurmandi dan Endro Sulastomo.
Baca Juga: Askab PSSI Sleman Gembleng Anak-Anak Muda Jadi Calon Wasit Berintegritas
Dua kandidat lain, Nurmandi dan Endro mendapat masing-masing lima suara.
Selain sebagai Ketua Asprov, Dessy Arfianto juga menjabat sebagai Kepala Deputi Sekjen PSSI yang tercatat pada 2020 hingga sekarang.
Memiliki jabatan yang cukup strategis di PSSI, Dessy Arfianto juga tak mau ketinggalan di dunia sepak bola.
Dessy diketahui menjabat sebagai presiden Mataram Utama FC hingga sekarang.
Tentunya atas nama besarnya di Mataram Utama serta di PSSI, Dessy memiliki tanggung jawab besar terhadap persepakbolaan di Indonesia.
Meski begitu, kepercayaan publik dengan jabatan yang diembannya sekarang terancam luntur. Hal itu tak lain terkait skandal drawing Liga 4 yang terjadi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Sri Sultan Absen dari Agenda Pemerintahan, Paku Alam X Ditunjuk Jadi Plh Gubernur DIY
-
Rp4,6 Miliar Digelontorkan, Mesin Produksi Susu di DIY Diduga Tak Pernah Berfungsi
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Pameran ARCHIVEPELAGO: 45 Tahun Garin Nugroho Menyemai Indonesia
-
Segera Diadili Pengadilan, 13 Tersangka Kasus Little Aresha Dipindah ke Lapas Perempuan Gunungkidul