SuaraJogja.id - Jika dulu dikenal sebagai salah satu kawasan kumuh di Kabupaten Sleman, kini Mrican mulai bertransformasi.
Padatnya hunian dan kompleksitas urbanisasi tak menghalangi perubahan kawasan tersebut menjadi lebih baik.
Hal itu muncul dalam wujud Ruang Terbuka Publik (RTP) Gatotkaca, yang menjadi simbol kebangkitan wilayah ini.
Bupati Sleman Harda Kiswaya bersama jajaran dari Kementerian Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI meninjau langsung kawasan RTP Gatotkaca, Jumat (9/5/2025) kemarin usai direvitalisasi.
Revitalisasi kawasan ini merupakan hasil kerja sama antara Kementerian PUPR, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) DIY, dan Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) DIY.
RTP Gatotkaca bukan sekadar taman kota. Melainkan hadir sebagai ruang bernafas bagi masyarakat Mrican. Mengingat mereka yang selama ini hidup berdampingan dengan sempitnya ruang dan minimnya fasilitas publik.
"Saya mewakili masyarakat Sleman berterimakasih kepada Pemerintah Pusat dalam hal ini Kemenko Infra dan Kemen PU, atas bantuan pembangunan RTP di kawasan Mrican ini," kata Harda dikutip, Minggu (11/5/2025).
Dia berharap ada lebih banyak kawasan kategori kumuh di Bumi Sembada yang bisa diselesaikan penataannya.
"Mudah-mudahan kedepan untuk zona 2 dan 3 dapat diselesaikan dalam rangka mengentaskan penataan kawasan kategori kumuh di Kabupaten Sleman," imbuhnya.
Baca Juga: Setelah Diajak Prabowo Tinjau MBG, Bill Gates Beri Sinyal Kuat Apa yang Akan Dilakukan Selanjutnya?
Adapun revitalisasi kawasan ini menjadi bagian dari upaya besar menata permukiman kumuh di Sleman.
Berdasarkan SK Bupati Nomor 83.2/Kep.KDH/A/2022, terdapat 86,20 hektar kawasan kumuh di Sleman, tersebar di 14 lokasi.
Sementara Mrican sendiri mencakup 21,16 hektar dari total tersebut.
Asisten Deputi Pengembangan dan Penataan Kawasan Permukiman Kemenko Infrastruktur, Radian Nurcahyo, menegaskan bahwa Mrican merupakan kawasan dengan persoalan kekumuhan yang kompleks.
Terlebih dengan kapasitas kawasan dan warga yang tinggal di sana.
"Kawasan padat penduduk ini menghadapai kompleksitas urbanisasi yang melampaui daya tampungnya," ucapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- Angka Hoki Shio untuk Menarik Rezeki dan Keberuntungan Finansial
- Timnas Indonesia vs Everbody: Panen Cibiran dari Negara Se-Asia Tenggara
- Indonesia Impor Nikel dari Filipina Gara-gara RKAB
Pilihan
-
Babak I Indonesia vs Bangladesh: Garuda Pesta Gol, Mitchell Baker Quattrick
-
Bahlil Jadi Menko Hilirisasi Baru, Bagaimana Nasib Proyek Batu Bara di Sumsel?
-
Buntut Temuan di Lapas Cibinong, Dirjenpas Mashudi Mundur dari Jabatan
-
Reshuffle Kabinet: 'Orang Jokowi' Tersingkir, Sugiono Disebut Rangkap Jadi Menko PMK
-
Diberhentikan dari Kapolri, Listyo Sigit Prabowo Disebut Bakal Jadi Kepala KSP
Terkini
-
Keluarga Eks-Napiter Terjebak Stigma, Deradikalisasi Dinilai Tak Cukup Sasar Pelaku
-
JPW: Kapolri Baru Tak Berdampak Jika Pekerjaan Rumah Dibiarkan Mangkrak
-
Pratikno dan Listyo Sigit Kena Resuffle, Prabowo Disebut Bersih-bersih Orang Jokowi
-
BRI Peduli Buka Peluang Bagi Penyandang Disabilitas di Makassar Dengan Pembekalan Kewirausahaan
-
Erna dan Ari, Pasangan Atlet Disabilitas yang Tumbuh Bersama Lewat Warung Kelontong