Seperti diketahui, kasus dugaan mafia tanah dialami seorang guru honorer, Hedi Ludiman di Sleman.
Kasus itu mencuat setelah ramai di media sosial. Selain itu kasus dugaan mafia tanah di Bantul yang dialami Mbah Tupon juga menjadi pemicunya.
Hedi Ludiman dan Evi sendiri seakan dibohongi oleh tersangka berinisial SJ dan SH yang awalnya ingin menyewa rumah pada tahun 2011.
Objek sengketa sendiri berupa tanah warisan seluas 1.475 meter persegi dan bangunan rumah di Pedukuhan Paten, Kalurahan Tridadi, Kapanewon Sleman, Kabupaten Sleman.
Kedua tersangka ini menempati rumah kontrakan tersebut pada 2012, setahun setelahnya.
Mereka mengaku ingin mengontrak rumah untuk usaha konveksi selama lima tahun dengan nilai total Rp 25 juta atau Rp5 juta per tahun.
Ketika itu, dua orang tersebut membujuk Evi sehingga mau memberikan sertifikat tanahnya sebagai jaminan sebelum menempati rumah.
Evi yang tak menaruh curiga menyerahkan sertifikat tanah itu pada kedua orang itu tepatnya awal Agustus 2011.
Sembari kedua pengontrak rumah itu membayar uang kontrakan secara bertahap terhitung dari Agustus-Desember 2011.
Baca Juga: Sertifikat Digadai, Rumah Dilelang: Kisah Pilu Guru Honorer Sleman Dibekuk Mafia Tanah
Kasus itu pun sempat dibawa ke meja hijau, hingga SH ditetapkan sebagai tersangka dan ditangkap pada 2014 dengan kurungan 9 bulan penjara atas kasus penipuan dan penggelapan.
Namun SJ masih buron hingga saat ini. Sertifikat atas nama Evi ini sempat dibalik oleh SJ dan SH, namun Evi tak pernah memberikan salinan KTP terhadap dua orang tersebut, sehingga notaris waktu itu juga dilaporkan.
Ironisnya, meski sudah ada tersangka, sertifikat tanah Hedi dan Evi ini justru dibalik nama lagi oleh orang lain berinisial RZA.
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Estimasi Kuliah Kedokteran UGM 2026 Tembus Ratusan Juta, Setara Harga Mobil SUV?
-
Standar Global untuk BRImo, BRI Raih Sertifikasi ISO/IEC 25000
-
Babak Baru Kasus Korupsi Dana Hibah Pariwisata Sleman: Jejak Digital Seret Tersangka Baru
-
Ancaman BBM Naik Akibat Perang, Kurir Paket dan Ojol di Yogyakarta Kian Terhimpit
-
UGM-Bank Mandiri Taspen Lanjutkan Kemitraan, Siapkan Talenta Muda dan Literasi Pensiun