SuaraJogja.id - Pendidikan di Sekolah Rakyat nantinya akan melibatkan peran TNI dan Polri.
Ketua Tim Formatur Sekolah Rakyat, Prof. M. Nuh, menjelaskan bahwa kehadiran aparat dalam sistem pendidikan ini bertujuan untuk membentuk kedisiplinan siswa.
Namun, Nuh menegaskan bahwa keterlibatan TNI/Polri tidak akan mengarah pada penerapan unsur militerisme di lingkungan sekolah.
"Anak-anak nanti akan diajarkan baris-berbaris. Ini bukan untuk membentuk militer, tetapi untuk melatih kedisiplinan," ujar Nuh saat ditemui di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, Rabu (11/6/2025).
Menurut Nuh, TNI dan Polri dinilai sebagai pihak yang paling tepat dalam memberikan pelatihan disiplin dan baris-berbaris. Selain itu, pelibatan aparat juga berguna untuk persiapan fisik siswa.
"Kalau bicara soal baris-berbaris, siapa yang paling ahli? Ya tentu saja bapak-bapak dari TNI dan Polri, mereka sudah teruji. Ini semua untuk membentuk kedisiplinan dan kesiapan fisik siswa. Kalau mereka minta anak-anak lari, mungkin jaraknya setengah kilometer saja sudah cukup," tuturnya.
Ia kembali menekankan bahwa pendekatan yang digunakan bukan militerisme, melainkan fokus pada pembentukan karakter disiplin dan kerapian siswa, yang dianggap sangat penting dalam proses pendidikan.
Lebih lanjut, Nuh menjelaskan bahwa sistem pendidikan Sekolah Rakyat sepenuhnya mengacu pada kebijakan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen).
Karena Sekolah Rakyat menerapkan sistem boarding school (asrama), akan ada tambahan materi pembelajaran yang berkaitan dengan cinta tanah air dan penguatan keterampilan sosial.
Baca Juga: Program Sekolah Rakyat Tinggal Hitungan Bulan, Muhammadiyah Desak Prabowo Fokus dan Kolaboratif
"Di malam hari, dalam sistem asrama, anak-anak juga akan dibekali dengan pendidikan yang menanamkan kecintaan pada tanah air, membangun persahabatan, dan nilai-nilai sosial lainnya. Semua program ini sedang kami siapkan dan Alhamdulillah progresnya berjalan dengan baik," ujar Nuh.
Sekolah Rakyat direncanakan mulai beroperasi pada tahap 1A di Juli 2025, dengan 63 titik sekolah yang tersebar di berbagai wilayah.
Selanjutnya, pada tahap 2B sekitar Agustus-September 2025, akan dibuka tambahan 37 titik sekolah.
Total target yang ingin dicapai adalah 100 unit Sekolah Rakyat di berbagai daerah di Indonesia.
Untuk tahap 1, total Rombongan Belajar (Rombel) yang disiapkan mencapai 396 rombel, dengan jumlah siswa sekitar 9.780 orang dari jenjang SD, SMP, hingga SMA.
Mayoritas lokasi Sekolah Rakyat pada tahap awal ini berada di area Sentra milik Kementerian Sosial. Namun, pihak Kemensos memastikan bahwa keberadaan Sekolah Rakyat tidak akan mengganggu layanan yang ada di Sentra.
Berita Terkait
-
Dari Ledakan Amunisi hingga Pengamanan Kejaksaan, Pakar UGM Soroti Soal Disiplin dan Pengawasan TNI
-
Program Sekolah Rakyat Tinggal Hitungan Bulan, Muhammadiyah Desak Prabowo Fokus dan Kolaboratif
-
Kolonel Antonius, Korban Ledakan Amunisi Garut, Dimakamkan: Penghormatan Terakhir dari TNI dan Keluarga
-
Kisah Kolonel Antonius, Perwira TNI Gugur di Garut: Dari Sleman hingga Jadi Kebanggaan Keluarga
-
Juli 2025 Sekolah Rakyat Tamansiswa Harus Jalan: Mungkinkah? Wamen Turun Tangan, Pemkot Siapkan Ini
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- Harga Beda Tipis: Mending Yamaha Gear Ultima, FreeGo atau X-Ride untuk Rumah Tangga?
Pilihan
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
Terkini
-
Penjualan Hewan Kurban di Sleman Lesu, Pedagang Keluhkan Penurunan Omzet
-
Petani Jogja Makin Terjepit! Biaya Angkut dan Karung Mahal Gegara BBM Naik, Kesejahteraan Merosot
-
Diduga Keracunan Makanan Pamitan Haji, 43 Warga Sleman Alami Diare dan Demam
-
Menyambut Derby DIY di Super League Musim Depan, Bupati Sleman: Hilangkan Rivalitas Tidak Sehat
-
Viral Pelari di Jogja Dipukul OTK Saat Ambil Minum, Begini Kronologinya