Prioritaskan Kebutuhan Pokok
Dahulukan kebutuhan utama seperti makan, tempat tinggal, dan kesehatan. Hindari membelanjakan uang untuk keinginan yang tidak terlalu penting sebelum kebutuhan pokok terpenuhi.
Sisihkan untuk Tabungan dan Dana Darurat
Biasakan menabung minimal 10-20% dari pendapatan. Selain itu, siapkan dana darurat yang setidaknya cukup untuk biaya hidup 3-6 bulan, sebagai antisipasi jika terjadi keadaan tak terduga.
Batasi Utang Konsumtif
Bijak dalam menggunakan pinjaman atau kartu kredit. Utang konsumtif seperti cicilan barang yang tidak produktif sebaiknya dikurangi agar tidak membebani keuangan di masa depan.
Evaluasi Pengeluaran Secara Berkala
Setiap akhir bulan, tinjau kembali pengeluaran yang sudah dilakukan. Dengan evaluasi rutin, Anda bisa memperbaiki kebiasaan finansial dan lebih disiplin dalam mengatur keuangan ke depannya.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
Terkini
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
BEM UGM Berubah Jadi SEMA, Pemilu Mahasiswa Dihapus dan Diganti Meritokrasi
-
BEM UGM Resmi Berubah Nama Jadi Serikat Mahasiswa
-
Bumi Sudah Melewati Batas Perjanjian Paris, Ancaman Krisis Iklim Tak Lagi Sekadar Ramalan
-
Belajar dari Gempa 2006, Jogja Memang Istimewa dalam Menangani Bencana