Hasto yang sempat memberikan materi selama masa seleksi juga mengingatkan kepada peserta untuk terus bermanfaat di lingkungan mereka.
Hal itu tak lain karena ilmu dan pembekalan yang didapat selama di Paguyuban Dimas Diajeng adalah bentuk pemerintah menciptakan anak muda yang bisa menularkan hal baik ke masyarakat di sekitarnya.
Sementara Kepala Dinas Pariwisata, Wahyu Hendratmoko menjelaskan Pemilihan Dimas Diajeng 2025 bertepatan juga dengan perayaan 25 Tahun Dimas Diajeng.
Hal ini juga menjadi bagian dari pariwisata dan pelestarian budaya Kota Yogyakarta.
"Dimas Diajeng Kota Jogja 2025 menjadi wajah baru di Jogja untuk memajukan pariwisata lokal. Semoga bisa mendapat anak muda yang berkualifikasi tinggi dan memajukan Kota Jogja ke depan," kata Wahyu.
Di sisi lain para 30 finalis Dimas Diajeng Kota Jogja juga menyukseskan program quick win dari Pemkot Yogyakarta, di antaranya seperti Batik Segoroamarto Reborn, Food Bank Lumbung Mataram, Sapa Lansia, Cek Kesehatan Gratis Lansia, dan Pengelolaan Sampah Secara Mandiri oleh Industri Pariwisata.
Daftar Pemenang
1. Dimas Diajeng Favorit Kota Jogja 2025
Dimas Favorit: Thomas Diel Andhika Putra
Baca Juga: Demi Antar Jemput Pacar, Pemuda Jogja Nekat Curi Motor, Kisah Cinta Berujung Jeruji Besi
Diajeng Favorit: Salma Elcanza Asfuri
2. Dimas Diajeng Berbakat Kota Jogja 2025
Dimas Berbakat: Muhammad Nur Arifin
Diajeng Berbakat: Amarra Primananda
3. Dimas Diajeng Persahabatan Kota Jogja 2025
Dimas Persahabatan: Novan Wijaya
Berita Terkait
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Permohonan Data Publik Menguat, KDI Tangani 41 Sengketa Informasi Pertanahan di DIY
-
Seminar Moderasi Beragama UNY, Generasi Z Sleman Belajar Toleransi di Era Digital
-
Bukan Tanpa Alasan, Ini Penyebab Utama Proyek Pengolahan Sampah di DIY Tertunda
-
Tragedi Daycare Little Aresha: Pemkot Yogya Kerahkan 94 Psikolog
-
Enam Warga DIY Pernah Positif Hantavirus pada 2025, Masyarakat Diminta Tak Panik