"Prosedurnya tidak terlalu rumit, kita sederhanakan saja. Tidak ndakik-ndakik karena ini fungsinya emergensi," imbuhnya.
Ke depan, Pemkab Temanggung berencana untuk memiliki rumah singgah milik sendiri. Namun saat ini koordinasi lintas sektor pun tengah dilakukan, termasuk dengan RSUD untuk menyiapkan fasilitas kesehatan dasar yang ada di rumah singgah ini.
"Ya nanti [fasilitas] dilengkapi. Mungkin salah satu di antaranya adalah tabung oksigen," tandasnya.
Sementara itu, Wingit Ramadan, mahasiswa asal Temanggung yang kini kuliah di UPN Yogyakarta, menyambut baik inisiatif ini. Menurut dia rumah singgah ini menjadi jawaban atas keresahan warga Temanggung yang cukup banyak berada di Jogja selama ini.
"Rumah singgah ini merupakan suatu jawaban dari keresahan dari masyarakat Temanggung, kebingungan teman-teman di Temanggung, mungkin ada kendala, permasalahan di Jogja, bingung mau ke mana. Jadi salah satu solusi bisa di rumah singgah ini," ucap Wingit.
Wingit bersama rekan-rekan mahasiswa Temanggung di Jogja pun siap terlibat membantu dalam operasional rumah singgah. Ia berharap tempat ini bisa menjadi ruang aman dan bermanfaat bagi banyak orang.
Tidak hanya bagi pasien rujukan, tapi juga bagi warga Temanggung yang sedang menempuh pendidikan atau menghadapi kesulitan mendadak di perantauan.
"Teman-teman mahasiswa siap membantu dalam hal apapun, termasuk mungkin operasional rumah singgah, nanti bisa koordinasi lagi," ujar dia.
Baca Juga: Dulu Rekrut Anggota JAD, Kini Bantu Jahit Baju: Kisah Penebusan Dosa Seorang Mantan Napi Teroris
Berita Terkait
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- 12 Pilihan Mesin Cuci Langsung Kering Tanpa Jemur
- Angka Hoki Shio untuk Menarik Rezeki dan Keberuntungan Finansial
- Timnas Indonesia vs Everbody: Panen Cibiran dari Negara Se-Asia Tenggara
Pilihan
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Jejak Aparat pada Kematian Pedagang Cermin saat Demo 27 Agustus 2026
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
Terkini
-
DIY Masuk Periode Kekeringan Berkepanjangan, Tiga Kabupaten Dibayangi Kebakaran
-
Raih Ekstra 27.000 GarudaMiles dari Transaksi dengan BRI Kartu Kredit Infinite Prioritas
-
Kemarau Diprediksi hingga Desember, Kulon Progo Perpanjang Siaga Kekeringan
-
Cara PIMPASA Imigrasi Yogyakarta Cegah Perdagangan Orang Lewat Pangan dan Wayang
-
Direproduksi Antar Generasi, 200 Lebih Kasus Bullying Terjadi di Kota Jogja