SuaraJogja.id - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kulon Progo, aktif mengedukasi generasi muda, khususnya Gen-Z, mengenai pentingnya menjaga integritas dalam Pemilu.
Upaya ini dilakukan melalui pengenalan nilai-nilai demokrasi yang benar selama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di sejumlah sekolah di Kulon Progo pada tahun ini.
Ketua Bawaslu Kulon Progo, Marwanto, menyampaikan bahwa generasi pelajar saat ini merupakan generasi emas yang akan menjadi penentu arah demokrasi Indonesia dalam 10 hingga 20 tahun mendatang.
Oleh karena itu, sangat penting bagi mereka untuk memahami dan menghayati nilai-nilai demokrasi sejak dini.
Dalam kegiatan MPLS tersebut, Bawaslu Kulon Progo menyampaikan materi yang menekankan pentingnya menjadi pemilih berintegritas.
Menurut Marwanto, pemilih ideal bukan hanya cerdas, tetapi juga memiliki integritas.
"Kalau hanya cerdas tanpa integritas, bisa jadi justru pragmatis. Misalnya, datang ke Tempat Pemungutan Suara [TPS] hanya karena mendapat imbalan berupa uang. Ini cerdas secara logika, tapi merusak nilai demokrasi," jelasnya.
Ia menambahkan bahwa pemilih berintegritas adalah mereka yang memiliki keselarasan antara keyakinan, ucapan, dan tindakan saat memberikan suara.
Jika seseorang menyadari bahwa politik uang adalah bentuk pelanggaran dan sumber kerusakan demokrasi, maka ia tidak akan melakukannya.
Baca Juga: Bukan Makhluk Halus Ternyata Anjing Liar, Warga Donomulyo Panik Diteror Suara Krincing Tengah Malam
Marwanto menegaskan bahwa keberadaan pemilih yang berintegritas sangat menentukan terciptanya Pemilu yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil (luber jurdil).
Pemilu yang bersih bukan hanya minim pelanggaran, tetapi yang terpenting adalah bebas dari praktik politik uang.
"Praktik politik uang sangat merusak demokrasi. Jika kita bisa menyelenggarakan Pemilu yang bersih, demokrasi akan berjalan sehat, dan negara menjadi kuat," ujarnya.
Sebaliknya, jika Pemilu dikotori oleh praktik politik uang, dampaknya adalah tingginya biaya politik yang mendorong munculnya korupsi.
Para wakil rakyat dan pemimpin terpilih lebih fokus mengembalikan modal kampanye daripada memperjuangkan kepentingan rakyat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
5 Tahun Holding UMi, Sinergi BRI, Pegadaian, dan PNM Dorong UMKM Bertumbuh
-
Lima Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, Muhammadiyah Minta Pencarian Gunakan Teknologi Terbaru
-
Heboh LHKP Muhammadiyah Cap Program MBG Haram, Haedar Nashir Buka Suara
-
Jelang Tanwir ke-114, Muhammadiyah Sentil Masalah Bangsa Menumpuk, Elite Tak Gerak Cepat
-
Dana Desa Dipangkas untuk Kopdes Merah Putih, Banyak Lurah Takut Masuk Penjara, DIY Andalkan Danais