SuaraJogja.id - Jalan Tol Solo-Yogyakarta-YIA Kulon Progo segmen Klaten-Prambanan segera dioperasikan dengan tarif dalam waktu dekat. Terdapat beberapa pertimbangan dalam penentuan tarif Tol Solo-Jogja ini.
Adapun PT Jasamarga Jogja Solo (JMJ) telah melakukan berbagai sosialisasi kepada pengguna jalan tol saat mengoperasikan Segmen Klaten-Prambanan. Terlebih saat tuas tersebut beroperasi tanpa tarif sejak 2 Juli 2025.
Keputusan operasi dengan tarif itu sesuai dengan Surat Keputusan Menteri PU terkait Penetapan Golongan Jenis Kendaraan Bermotor dan Besaran Tarif Tol pada Jalan Tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulon Progo Seksi 1 (Kartasura-Purwomartani) Segmen Klaten-Prambanan Nomor 683/KPTS/M/2025 tanggal 22 Juli 2025.
Direktur Utama PT JMJ Rudy Hardiansyah menuturkan bahwa penetapan tarif ini mempertimbangkan efisiensi perjalanan yang diperoleh pengguna jalan.
Termasuk nilai keekonomian yang kompetitif jika dibandingkan dengan waktu dan biaya operasional kendaraan di jalur arteri.
"Kehadiran Jalan Tol Klaten-Prambanan yang menghubungkan kawasan industri dan pariwisata di Jawa Tengah dan Yogyakarta, diharapkan dapat membantu kelancaran logistik dan mempersingkat waktu perjalanan masyarakat. Sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi masayarakat sekitar," ungkap Rudy dalam keterangan tertulisnya dikutip, Rabu (30/7/2025).
Jalan Tol Jogja-Solo segmen Klaten-Prambanan menjadi jalur distribusi barang dan jasa antara kawasan Industri dan wisata yang berada di daerah Klaten, Yogyakarta, dan sekitarnya.
Disampaikan Rudy, tedapat berbagai objek wisata menarik di Klaten dan Prambanan, seperti Candi Sajiwan, dan Candi Prambanan.
Sejumlah objek wisata itu bisa diakses 15 menit dari Gerbang Tol (GT) Prambanan. Selain objek-objek wisata itu, masih ada lokasi wisata lain yang makin mudah diakses oleh pengguna jalan yang melewati jalan tol tersebut.
Baca Juga: Tol Solo-Jogja Klaten-Purwomartani: Progres Pembangunan Sudah Sejauh Mana? Ini Update Terbarunya
Rudy menambahkan, lalu lintas di Jalan Tol Jogja-Solo segmen Klaten-Prambanan pada saat fungsional libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024/2025 dan fungsional libur Lebaran 2025 mendapatkan respon serta antusias positif dari masyarakat.
Apalagi dengan efisiensi perjalanan yang lebih baik saat melintasi tol.
"Pengguna jalan yang sebelumnya melalui jalur arteri membutuhkan waktu sekitar 30 menit, saat ini hanya membutuhkan waktu sekitar 10 menit melewati Jalan Tol Jogja-Solo segmen Klaten-Prambanan," tandasnya.
Diungkapkan Rudy, nantinya jika terhubung secara penuh, jalan tol ini akan terintegrasi serta mempermudah akses menuju Jalan Tol Semarang Solo, dan Jalan Tol Ngawi Kertasono dan Yogyakarta.
Hal itu turut sebagai pendukung Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN). Keberadaan jalan tol ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas wilayah Joglosemar (Jogja, Solo dan Semarang).
Tak lupa PT Jasamarga Jogja Solo mengimbau para pengguna jalan tol agar memperhatikan kesiapan perjalanan. Mulai dari memastikan kondisi pengemudi dan kendaraan dalam keadaan prima serta laik jalan dibarengi dengan mempersiapkan perbekalan selama perjalanan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bagaimana Cara Cek NIK Terindikasi Judol atau Tidak? Begini Langkah Mudahnya
- Buruh di Jogja Geruduk Kantor Gubernur DIY, Tantang Sultan Buktikan Keistimewaan untuk Pekerja
- KPK Ungkap Riwayat Tanah Kavling Pesantren Darul Istiqamah Maros, Minta Hak Warga Dituntaskan
- Cegah Papua Jadi 'Sudan Kedua', Pemerintah Diminta Tarik Pendekatan Militeristik dan Buka Dialog
- 5 Eye Cream Kemasan Jar untuk Bikin Area Mata Tampak Cerah dan Awet Muda
Pilihan
-
WNI 18 Tahun Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Ada Barbuk 25 Kg Sabu dan Heroin
-
Akhirnya Buka Suara Usai KPK Usut Korupsi di ATR/BPN, Ini Penjelasan Lengkap Nusron Wahid
-
Pria yang Tendang Perempuan di Senayan City Ditangkap Polisi!
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
-
Mekkah Diserang Houthi, Kemlu Minta WNI Hati-hati di Arab Saudi
Terkini
-
Penonton Yogyakarta Bergidik Ngeri Saksikan Memburu Pemangsa, Jump Scare Picu Suasana Tegang
-
Prabowo Sebut Pakar Saking Pintarnya Jadi Goblok, Muhammadiyah Ingatkan Pakar Berbasis Ilmu dan Data
-
Muhammadiyah Sentil Menkeu Baru, Jangan Biarkan Rupiah Jatuh Terus
-
Polemik Royalti Musik, Pelaku Usaha Bingung, Pekerja Seni Menunggu Hak
-
Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Bayi di Sleman Naik Sidik, Polisi Periksa 3 Saksi