SuaraJogja.id - Jalan Tol Jogja-Solo dapat dioperasionalkan secara penuh hingga Kalasan pada 2026 mendatang. Saat ini proses pembangunan dinilai masih dalam tahapan yang sesuai dengan waktunya.
"Harapan kami, pada tahun 2026 proyek jalan tol Jogja-Solo sudah dapat digunakan oleh masyarakat sampai dengan Gerbang Tol (GT) Kalasan," kata Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Rivan Achmad Purwantono, dalam keterangan tertulisnya dikutip Minggu (13/7/2025).
Rivan optimis progres pembangunan infrastruktur Jalan Tol Jogja-Solo Segmen Prambanan-Purwomartani berjalan lancar.
Sehingga dapat segera digunakan oleh masyarakat luas dan memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat sekitar.
"Dengan konektivitas yang semakin terintegrasi, kedepannya pengembangan distribusi logistik, industri kreatif, dan potensi pariwisata di koridor Jalan Tol Jogja-Solo akan semakin hidup," ucapnya.
Ditambahkan Direktur Utama PT Jasamarga Jogja Solo Rudy Hardiansyah, pigaknya akan terus menjaga timeline pekerjaan di lapangan sesuai dengan rencana dan standar yang ada.
Rudy mengungkap bahwa saat ini progres pembebasan lahan Jalan Tol Jogja-Solo Segmen Prambanan-Purwomartani sudah mencapai 99,50 persen. Sementara progres konstruksi mencapai 78,90 persen.
Sementara untik Segmen Klaten-Prambanan sudah resmi beroperasi.
Kini segmen tersebut tinggal menunggu terbitnya Surat Keputusan Tarif dari Pemerintah.
Baca Juga: Tol Jogja-Solo Segmen Klaten-Prambanan Resmi Beroperasi Penuh, Sementara Masih Tanpa Tarif
"Kami akan terus memantau dan menjaga timeline konstruksi, sehingga target penyelesaian Segmen Prambanan–Purwomartani dapat selesai sesuai rencana," ujar dia.
Dalam kesempatan yang itu, rombongan turut melakukan peninjauan ke Jalan Tol Jogja-Bawen Seksi 6 Simpang Susun (SS) Ambarawa-SS Bawen sepanjang 4,98 km.
Adapun saat ini progresnya telah mencapai 75,47 persen. Targetnya proyek Jalan Tol Jogja-Bawen Seksi 6 yang saat ini dipastikan berjalan lancar itu sudah dapat diakses oleh masyarakat pada tahun 2026.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gelar Bukan Segalanya, Boni Hargens Sepakat dengan Prof Gayus Lumbuun Soal Aturan Sidang S3
- 7 Cara Menghilangkan Kerak Gosong di Bawah Setrika agar Tidak Lengket dan Mengkilap
- Wakapolri Minta Jajaran Siap Hadapi Isu Aksi 'Black September', Apa Itu?
- Anak Buah Prabowo Curigai Alat Antek Asing di Balik Erupsi 6 Gunung, Netizen: Alam Saja Kena Fitnah
- 5 Menit Kota Makassar Diguyur Hujan
Pilihan
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
-
Cari 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, 6 Kapal Sisir Laut hingga 271 Nautical Mile
Terkini
-
Keracunan MBG Berulang di Jogja, SPPG Bisa Dipidanakan Jika Tak Berubah
-
Dugaan Pemerkosaan Santriwati di Sleman: Sempat Disembunyikan dan Diancam, Korban Hamil 8 Bulan
-
Demi Dampingi UMKM, Kepala Unit BRI Rela Terjang Jalan Berlumpur dan Minim Sinyal
-
Kinerja Investasi Berkelanjutan Diapresiasi, DPLK BRI Raih Kehati ESG Award 2026
-
Ratusan Siswa di Sleman dan Bantul Keracunan MBG, 14 SPPG di DIY Dibekukan, Anggaran Ikut Ditahan