SuaraJogja.id - Keberadaan sebuah mobil Suzuki Grand Vitara berwarna silver yang terparkir di tepi Jalan Tunjung Baru, Baciro, Yogyakarta, akhirnya menemukan titik terang setelah dua tahun lebih menjadi 'pemandangan' tak biasa bagi warga sekitar. Sempat memicu kegelisahan dan spekulasi di media sosial, fakta di balik mobil mangkrak tersebut ternyata jauh dari dugaan adanya tindak kejahatan.
Mobil yang terparkir di depan kios ikan hias yang juga sudah lama tutup itu menjadi viral setelah warga mengunggahnya ke media sosial. Dalam unggahan tersebut, publik mempertanyakan mengapa mobil yang memakan sebagian badan jalan di jalur yang cukup ramai itu seolah dibiarkan tanpa ada tindakan dari aparat setempat.
Kekhawatiran warga cukup beralasan. Selain mengganggu arus lalu lintas, keberadaan mobil yang tak terurus dalam waktu lama bisa menimbulkan potensi masalah keamanan dan ketertiban.
Tim Suara.com yang mendatangi lokasi pada Jumat (1/8/2025) menemukan mobil tersebut masih berada di posisi yang sama. Kondisinya tampak kusam dan tak terawat, menjadi bukti nyata bahwa kendaraan itu sudah lama tidak dioperasikan.
Mustofa, seorang pekerja di kios konveksi yang bersebelahan persis dengan lokasi mobil, membenarkan bahwa kendaraan roda empat itu sudah terbengkalai selama lebih dari dua tahun. Namun, ia menepis semua spekulasi liar yang beredar di dunia maya.
"Itu mobil kondisinya sudah rusak, dua tahun lebih memang enggak bisa jalan," kata Mustofa saat ditemui di lokasi.
Ia memastikan bahwa mobil tersebut bukanlah kendaraan tak bertuan atau terkait dengan kasus kriminal. Kepemilikan mobil tersebut jelas dan diketahui oleh warga sekitar.
"Ada pemiliknya. Memang sehari-hari di situ tapi memang rusak," ucapnya, meluruskan informasi yang simpang siur.
Lebih lanjut, Mustofa menjelaskan bahwa pemilik mobil adalah orang yang juga memiliki bangunan kontrakan di lokasi tersebut. Kerusakan parah menjadi alasan utama mobil itu tak pernah lagi dipindahkan.
Baca Juga: Jogja Darurat Sampah: Penertiban Swasta Berujung Tumpukan Menggunung, WTE Jadi Harapan Terakhir?
"Jadi yang punya itu mobil ya yang juga punya kontrakan ini, mobil itu kondisi rusak dua tahun lebih ngga bisa jalan, yang punya anaknya sekarang tinggal di Surabaya atau Jawa Timur gitu," tambahnya.
Sebelum rusak dan menjadi 'monumen' di tepi jalan, mobil tersebut merupakan kendaraan operasional keluarga yang aktif digunakan untuk berbagai keperluan. "Sebelumnya rutin dipakai, antar jemput anaknya, cucunya," tuturnya.
Kekuatan Media Sosial Picu Respons Aparat
Menariknya, keriuhan di media sosial ternyata efektif memicu respons dari pihak berwenang. Mustofa mengungkapkan bahwa setelah unggahan mengenai mobil itu viral, sejumlah aparat langsung turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan.
Langkah ini sekaligus menjawab keluhan warga yang sebelumnya merasa laporan mereka tidak ditanggapi.
"Dishub, Polresta sudah ke sini, ngecek itu setelah ramai di medsos kemarin," imbuhnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Upacara HUT RI ke-81 di Kulon Progo Berlangsung Tanpa Tenda Pejabat, Seluruh Peserta Berdiri Sejajar
-
Ketika Persoalan Bangsa Tak Kunjung Usai, Bendera 25 Meter Mengingatkan Arti Cinta Tanah Air
-
Civitas Akademika Jogja Pilih Sindir MBG, Kopdes hingga Korupsi Lewat Karnaval Kemerdekaan
-
Perubahan Iklim Mulai Menggerus Produktivitas Ternak, Pakar UGM Dorong Strategi Baru
-
KKN Berubah Jadi Misi Kemanusiaan, 61 Mahasiswa UMY Bertahan di Tengah Bencana NTT