Dalam pertemuan nasional yang digelar di Institut Teknologi Bandung (ITB), Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (Mendikti Saintek) menekankan pentingnya memperluas kolaborasi antara PTN dan PTS.
Kolaborasi diimplementasi melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi, mulai dari pendidikan, penelitian, hingga pengabdian kepada masyarakat.
Peluang kerja sama sudah terbuka lebar. Misalnya, dosen PTS yang melanjutkan studi doktoral di PTN jumlahnya sudah cukup banyak.
Riset bersama antara dosen PTN dan PTS pun sudah berjalan. Tinggal penguatan di bidang pembelajaran dan program pascasarjana yang perlu didorong.
"Harapannya PTN yang sudah fokus mengembangkan program pascasarjana S2 maupun S3 bisa bekerja sama dengan PTS yang belum punya program tersebut. Jadi mahasiswa PTS bisa mengakses jenjang lebih tinggi lewat kolaborasi dengan PTN," jelasnya.
Yogyakarta sebagai Kota Pariwisata, lanjut Setya, membuka peluang kolaborasi antarperguruan tinggi dalam menghasilkan Sumber Daya Manusia (SDM) di sektor tersebut.
Dengan makin bertambahnya jumlah destinasi wisata, kebutuhan SDM yang profesional diyakini terus meningkat.
Lulusan pariwisata asal Indonesia dinilai memiliki banyak peluang untuk bekerja, baik di dalam negeri maupun di luar negeri seperti Australia, Jepang, dan Timur Tengah. Bahkan pasar dalam negeri juga terbuka besar.
"Coba dicek, apakah pengelola objek-objek wisata kita sudah profesional? Kalau program studi pariwisata bisa bekerja sama langsung dengan setiap objek wisata, SDM yang dihasilkan akan lebih qualified. Ini peluang besar untuk menempatkan SDM kita di seluruh destinasi wisata Indonesia," paparnya.
Baca Juga: Ekspor Kemiri, Susu, Cabai: Yogyakarta Buktikan Bisa Jadi Lumbung Pangan, Ini Strategi Kementan
Setya menyebut, keberadaan kampus-kampus pariwisata di Yogyakarta dapat memenuhi kebutuhan tenaga kerja di destinasi wisata lokal.
Menurutnya, pertumbuhan destinasi baru di DIY, mulai dari desa wisata hingga atraksi buatan akan semakin menuntut keterlibatan lulusan pariwisata yang memiliki keterampilan manajerial maupun teknis.
Namun yang jadi tantangan utama saat ini adalah memastikan lulusan kampus pariwisata benar-benar terserap di lapangan kerja.
Untuk itu, L2DIKTI bersama pemda dan pemkot/pemkab berupaya memperkuat jejaring antara kampus, pemerintah daerah, dan pengelola destinasi.
"Kalau hanya mengandalkan masyarakat setempat mengelola destinasi baru, kualitasnya jelas berbeda dengan pengelolaan oleh alumni kampus pariwisata. Karena itu, kolaborasi dengan pemerintah daerah penting. Kami di L2DIKTI juga sudah memfasilitasi kerja sama PTS dengan pemda maupun pemkot," tandasnya.
Ketua Stipram Yogyakarta, Dr Suhendroyono, menambahkan banyaknya potensi pariwisata yang belum dikelola secara maksimal menjadi tantangan tersendiri bagi pengelola perguruan tinggi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Bedak Apa yang Bisa Menghilangkan Flek Hitam? Ini 5 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 4 Toko Online Terpercaya untuk Beli Sepatu Lari di Indonesia, Dijamin Original
Pilihan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
Terkini
-
Ramai di Threads, Dosen Farmasi UMY Diduga Lecehkan Mahasiswi, Kampus Panggil yang Bersangkutan
-
Peringati 250 Tahun AS, Kedutaan Besar AS Gelar Pelatihan Jurnalisme Mobile di Yogyakarta
-
Jogja Laptop Festival 2026: Axioo Suguhkan Hype AMD X1 dan Pongo 535
-
Kejagung Bergerak, Seluruh Titik SPPG DIY Disisir Kejati
-
Kemenpar Dorong Penerbangan Langsung India-YIA, Bidik Kenaikan Wisatawan ke Yogyakarta