Mereka menilai peristiwa itu berawal dari masalah pribadi antara korban dan pelaku.
Agus menjelaskan, kronologi bermula ketika terduga pelaku duduk di sudut masjid bersama seorang temannya.
Tepatnya di sudut itu biasanya diletakkan meja lipat kecil untuk membaca Al-Qur’an. Saat itu, korban datang untuk mengambil meja tersebut.
"Ketika mengambil itu posisinya di bawah dan harus nungging gitu kan. Kenapa kok nunggingnya itu diarahkan ke mukanya si pelaku," ucap Agus.
Dari situlah pelaku merasa risih, lalu menyentuh pantat korban. Di sisi lain, korban yang tidak terima kemudian menegur pelaku.
Perdebatan pun tak terhindarkan, hingga keduanya saling menyalahkan. Menurut pihak pondok, ada saksi yang melihat langsung kejadian tersebut.
Perdebatan di masjid ternyata berbuntut panjang.
Korban diduga menyembunyikan sandal pelaku, yang memicu kekesalan baru.
Pelaku kemudian membalas dengan menyembunyikan sandal korban.
Baca Juga: Santri Diduga Dianiaya di Ponpes Sleman, Orang Tua Kecewa dan Lapor Polisi Usai Dianggap Bertengkar
"Si pelaku nyembunyinnya enggak banget-banget gitu. Kalau si yang korbannya itu nyembunyiinya sampai dilempar ke lapangan bawah itu. Jadi waktu ketemu itu dia [korban] ngejek itu tambah jengkel lagi kan," tuturnya.
Tak berhenti di sana, usai cekcok di masjid, usai salat isya, insiden kembali pecah.
Usai beribadah, pelaku dan korban bertemu lagi di kamar.
Mereka kemudian sempat adu mulut berlanjut hingga terjadi aksi pencakaran dan penjambakan.
"Cekcok lagi di situ, akhirnya dilerai sama temennya, mereka pisah," ujarnya.
"Tapi tidak diduga sama temen-temennya ternyata si pelaku ini nyerang lagi sampai yang pencakaran dan penjambakan itu. Itu ada saksinya," imbuhnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
-
Tanpa Bintang Eropa, Inilah Wajah Baru Timnas Indonesia Era John Herdman di Piala AFF 2026
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
Terkini
-
PSIM Yogyakarta Fokus Benahi Konsistensi Jelang Putaran Kedua Super League 2025/2026
-
Kekayaan Bersih Nicolas Maduro Terungkap: Dari Sopir Bus hingga Presiden Kontroversial Venezuela
-
Mengenal Abdi Dalem Palawija: Peran dan Perubahannya di Keraton Yogyakarta
-
Ketika Sawit Sekadar Soal Untung, Pakar Sebut Potensi Besar Pakan Ternak jadi Terabaikan
-
Layanan KB Kini Rutin di Kota Yogya, Dibuka Setiap Selasa dan Jumat