- DP3AP2KB Kota Yogyakarta mengoptimalkan layanan KB rutin setiap Selasa dan Jumat mulai tahun 2026.
- Layanan ini meliputi MKJP dan non-MKJP, terbuka untuk masyarakat umum tanpa memandang domisili KTP.
- Tujuan utamanya mengurangi *unmet need* sebesar 9,5% dan mendorong pemakaian KB modern untuk jarak kelahiran.
SuaraJogja.id - Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) kini membuka layanan Keluarga Berencana (KB) secara rutin. Layanan ini hadir untuk memudahkan masyarakat mengakses pelayanan KB yang aman, nyaman, dan mudah.
Kepala Bidang Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KB dan PK) DP3AP2KB Kota Yogyakarta, Herristanti menuturkan bahwa, layanan ini bersifat rutin dan terbuka untuk umum.
"Untuk tahun 2026 ini, kami akan mengoptimalkan pelayanan KB di setiap hari selasa dan jumat," kata Herristanti, Rabu (14/1/2026).
Salah satu layanan rutin dibuka di Klinik KB Pasar Beringharjo lantai 3 setiap hari Selasa. Sebelumnya pelayanan KB ini tidak rutin dilaksanakan setiap minggunya.
Selain itu, pelayanan KB juga tersedia setiap hari Jumat di sejumlah klinik lain, seperti Praktek Mandiri Bidan, Ikatan Bidan Indonesia (PMB IBI) Melati di wilayah Kotagede.
Sementara, beberapa fasilitas kesehatan lainnya seperti Puskesmas akan diusulkan segera membuka layanan KB.
Menurut Herristanti, layanan KB ini terbuka untuk seluruh masyarakat baik warga Kota Yogyakarta maupun luar daerah.
"Pelayanan KB sifatnya nasional. Jadi siapa pun kami layani tanpa melihat domisili KTP," ucapnya.
Adapun jenis layanan KB yang tersedia meliputi Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) seperti bongkar pasang IUD dan implan. Selain itu, masyarakat juga dapat memperoleh layanan kontrasepsi non-MKJP seperti pil dan kondom.
Baca Juga: Rotasi Sejumlah Pejabat Utama di Polda DIY, Ini Daftarnya
Untuk pendaftaran, masyarakat dapat mengakses link yang disebarkan melalui flyer maupun informasi dari radio pasar.
Selain layanan rutin, DP3AP2KB masih membuka pula layanan KB insidental di sejumlah fasilitas kesehatan lainnya.
Ia menambahkan, meski tingkat partisipasi KB di Kota Yogyakarta tergolong cukup baik. Namun masih berada di peringkat bawah dibandingkan kabupaten lain di DIY.
Angka unmet need atau pasangan usia subur yang belum ber-KB masih berada di kisaran 9,5 persen. Ia berharap, melalui layanan rutin ini semakin banyak masyarakat yang beralih ke KB modern sesuai kebutuhan.
"KB bukan soal membatasi jumlah anak, tapi mengatur jarak kelahiran. Minimal jarak tiga tahun agar pengasuhan lebih optimal dan mencegah stunting," imbuhnya.
Bagi masyarakat Kota Yogyakarta bisa mendaftarkan diri untuk mengikuti layanan KB gratis melalui laman
Berita Terkait
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
-
Siasat Dadan Hindayana Cs Korupsi MBG: Pakai Yayasan Sendiri, Sedot Miliaran Rupiah Tiap Hari!
-
Momen Unik Penahanan Dadan Cs, Satu Tersangka Tertinggal Mobil Tahanan hingga 'Dikepung' Wartawan
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
Terkini
-
Tangisan Haru Pengemudi! Bentor di Jogja Dimusnahkan dan Diganti Becak Listrik
-
Sultan HB X Buka Suara Kasus Korupsi Lurah Condongcatur, Jika Dibiarkan, Tanah Kas Desa Bisa Habis
-
Dugaan Praktik Penahanan Ijazah Siswa Kembali Muncul, SMAN 2 Jogja Bantah, Inspektorat Investigasi
-
Kadin Sleman Sambut Reaktivasi Bandara Adisutjipto, Diyakini Bangkitkan Mesin Ekonomi Sleman
-
Ratusan Driver Gojek Yogyakarta Turun ke Jalan, Loyalitas pada Sosok yang Dianggap Mengubah Nasib