- Warga Ngemplak Sleman menyerahkan Elang Jawa dilindungi kepada BKSDA Yogyakarta pada Selasa (13/01/2026).
- Budi Santoso, pemelihara selama tiga tahun, menyerahkan karena mengetahui status dilindungi dan biaya pemeliharaan.
- Elang Jawa tersebut akan diobservasi di UPS Bunder sebelum direhabilitasi untuk dilepasliarkan kembali.
SuaraJogja.id - Warga Ngemplak, Kabupaten Sleman menyerahkan satu ekor Elang Jawa ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Yogyakarta. Satwa endemik Indonesia yang dilindungi undang-undang itu telah dipelihara selama tiga tahun.
Penyerahan satwa yang memiliki nama latin Nisaetus bartelsi itu dilakukan secara sukarela di Kantor Balai KSDA Yogyakarta, Selasa (13/01/2026) kemarin.
Diketahui Elang Jawa itu merupakan hewan yang dipelihara oleh Budi Santoso. Selama ini satwa tersebut diberi pakan utama berupa daging ayam sekitar 200 gram per hari.
"Awalnya saya menganggap memelihara elang ini menyenangkan dan tidak tahu kalau termasuk satwa dilindungi," kata Budi, dalam keterangan tertulis dikutip, Rabu (14/1/2026).
Budi bilang satwa tersebut diperoleh dari hibah tetangga yang sebelumnya menemukan elang tersebut. Setelah mengetahui ternyata satwa itu dilindungi maka ia memutuskan untuk menyerahkan kepada pihak berwajib.
Selain itu ia mempertimbangkan kebutuhan pemeliharaan Elang Jawa yang tidak ringan.
"Setelah dijelaskan oleh petugas, saya sadar dan merasa lebih baik diserahkan agar bisa dirawat sesuai aturan," terangnya.
Polisi Kehutanan Ahli Muda Balai KSDA Yogyakarta, Giyono, menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya atas kesadaran masyarakat.
"Kami mengapresiasi kesadaran masyarakat yang secara sukarela menyerahkan satwa dilindungi kepada negara. Ini menunjukkan meningkatnya kepedulian masyarakat terhadap konservasi satwa liar," ujar Giyono.
Baca Juga: DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Proses penyerahan berlangsung lancar dan disertai dengan penandatanganan berita acara serah terima. Balai KSDA Yogyakarta menegaskan bahwa prosedur penyerahan satwa dilindungi tidak rumit dan dilakukan secara persuasif.
"Kami menerima penyerahan satwa dari masyarakat dengan senang hati dan memastikan prosesnya berjalan mudah," lanjutnya.
Selanjutnya, Giyono menuturkan bahwa Elang Jawa tersebut akan dibawa ke Unit Perlindungan Satwa (UPS) Bunder untuk menjalani pemeriksaan kesehatan dan observasi.
Hasil pemeriksaan akan menjadi dasar dalam menentukan penanganan lebih lanjut. Termasuk rehabilitasi sebelum dilepasliarkan kembali ke habitat alaminya.
Balai KSDA Yogyakarta menghimbau masyarakat agar tidak memelihara satwa dilindungi serta segera berkoordinasi dengan petugas apabila menemukan atau masih memelihara satwa liar. Hal itu sebagai bagian dari upaya bersama menjaga kelestarian sumber daya alam hayati dan ekosistemnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Presiden RI Minta Maaf ke Malaysia - Singapura Akibat Asap, Tapi Itu SBY...
- Rudy Masud Senyum Semringah Bersama Istri di Singapura, Media Asing: Rakyatnya Sesak Nafas
- Wapres RI Mundur Saat Ekonomi Bergejolak, Hubungan Dengan Presiden Memburuk
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Wajah Kencang dan Awet Muda
- Rudal Houthi Ancam Piala Asia 2027 di Arab Saudi: AFC Bungkam, Jepang Resmi Mundur dari Turnamen
Pilihan
-
Maruli Simanjuntak Disebut Dilantik Prabowo Jadi Wakil Panglima TNI, Kamis Sore Ini
-
Kompak Berpakaian Dinas Lengkap Sambangi Istana, Perwira Tinggi TNI Siap Dilantik Prabowo
-
Belajar Hadapi Kekeringan dari Romo Kirjito, Mamanen Air Hujan yang Jatuh dari Langit
-
Krisis! Kelangkaan BBM Meluas Tak Hanya Bali, Antrean Berjam-jam
-
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Bungkam usai Viral Sarapan di Singapura
Terkini
-
BRI Dorong Koperasi Desa Merah Putih Jadi Motor Ekonomi Kerakyatan
-
Menjajal 5G di Kereta Jogja-Solo, XLSMART Tembus 200 Mbps
-
UGM Buka Suara Soal Tarif Wisdom Park: Pengelola Hanya Beri Edukasi, Tidak Ada Pemungutan
-
Belajar Hadapi Kekeringan dari Romo Kirjito, Mamanen Air Hujan yang Jatuh dari Langit
-
Muhammadiyah Tegas Minta KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi BNPB