Insiden di Yogyakarta ini menjadi pengingat pahit bahwa luka lama dalam dunia suporter sepak bola Indonesia belum sepenuhnya sembuh.
Tragedi Kanjuruhan yang merenggut ratusan nyawa seharusnya menjadi pelajaran paling berharga tentang pentingnya menahan diri, menghormati aturan, dan mengedepankan akal sehat di atas rivalitas buta.
Kegagalan kesepakatan damai di Jogja menunjukkan betapa mudahnya provokasi dari segelintir oknum dapat membakar emosi massa dan mengabaikan upaya rekonsiliasi.
Pelajaran dari Kanjuruhan adalah tentang tanggung jawab kolektif—suporter, panitia pelaksana, dan aparat keamanan—untuk memastikan setiap nyawa lebih berharga dari sebuah pertandingan.
Ketika aturan larangan suporter tamu masih dilanggar dan gesekan kecil dapat memicu kerusuhan besar, artinya refleksi atas tragedi nasional itu masih belum meresap secara mendalam di akar rumput.
Berita Terkait
Terpopuler
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Selundupkan 1.689 Burung Liar ke Jakarta, Bus Sinar Jaya Dicegat di Pelabuhan Bakauheni
- KPU Bisa Tindaklanjuti Putusan MK dengan Menyatakan Syarat Pendidikan Gibran di Pilpres 2024 Tak Sah
- Rekonsiliasi Politik, Anies Baswedan Jadi Menteri Prabowo?
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
Pilihan
-
Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
Terkini
-
Sambut HUT ke-15, Royal Ambarrukmo Yogyakarta Gelar Donor Darah: Perkuat Kepedulian Terhadap Sesama
-
Ketua Yayasan Little Aresha Dituntut 10 Tahun Penjara, 83 Anak Korban Minta Restitusi Rp2,12 Miliar
-
BRI Bidik Peluang Bisnis dari MotoGP Mandalika 2026
-
Pemerintah Berencana Buat Program Kuliah Gratis, PTS Terancam Gigit Jari Kehilangan Mahasiswa
-
Ngenes! Prabowo Tambah Pejabat, Transfer ke DIY Malah Susut Rp910 Miliar