Rehabilitasi menjadi pilihan yang akan ditempuh jika memang kecanduan itu sudah terlalu berat dan memengaruhi kegiatan mereka sendiri dan siswa lain.
"Ada yang kecanduan merokok, ya kalau bisa dibimbing ya bagus, ya kalau tidak bisa ya kita harus rehab dulu supaya tidak mengganggu yang lain," ucapnya.
"Kalau ada yang merokok nanti tolong dilaporkan, bahkan ada yang kecanduan miras. Nah ini juga perlu direhab dulu, jadi tidak bisa untuk dibiarkan," tambahnya.
Kendati dengan berbagai dinamika itu, Gus Ipul menilai, program tersebut sudah jug menunjukkan perubahan positif dari anak-anaknya.
"Kan sudah mulai ada sedikit perubahan, mudah-mudahan pada bulan-bulan yang akan datang akan kita bisa lihat perkembangannya," tandasnya.
Kemensos memastikan evaluasi akan terus dilakukan secara berkala.
Gus Ipul berharap program Sekolah Rakyat bisa benar-benar menjadi wadah pembentukan karakter.
Sekaligus pemberdayaan anak-anak yang selama ini kurang mendapat akses pendidikan layak.
Baca Juga: Gagasan Sekolah Rakyat Prabowo Dikritik, Akademisi: Berisiko Ciptakan Kasta Pendidikan Baru
Berita Terkait
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- 4 Cushion Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Anti Crack Samarkan Garis Halus Seharian
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
Pilihan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
-
Demo Pakai Daster ke Istana, Aliansi Perempuan Tuntut Prabowo Turunkan Harga BBM dan Setop MBG
-
BREAKING NEWS: Kantor Dinas Pendidikan Sulsel Digeledah Kejati
-
Prediksi Argentina vs Aljazair: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
Terkini
-
Serahkan Persoalan Tiyo ke Ranah Pribadi, Mahasiswa UGM Tegaskan Aksi Protes akan Terus Berlanjut
-
Usai Ricuh Forum GIK, Mahasiswa UGM Sebut Demokrasi Indonesia Telah Mati
-
Emoji Bukan Sekadar Hiasan, Peneliti Temukan Simbol Bisa Bantu AI Mendeteksi Spam di Medsos
-
Gerah Kasus Korupsi Mandala Krida Tak Tuntas, Suporter PSIM Gelar Topo Bisu pada Malam 1 Suro
-
APBD DIY Dihantam Krisis, 67 Persen Bergantung Dana Transfer, Pemda Terpaksa Pangkas Anggaran