- UMKM DIY harus naik kelas
- Perda terkait UMKM di DIY perlu dievaluasi
- Kolaborasi antar sektor akan diperkuat agar UMKM berkembang di Jogja
SuaraJogja.id - Panitia Khusus (Pansus) BA 29 DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menilai kebijakan perlindungan dan pemberdayaan UMKM perlu ditinjau ulang agar tetap relevan dengan kondisi saat ini.
Ketua Pansus BA 29, Arif Kurniawan, menjelaskan bahwa Peraturan Daerah (Perda) DIY Nomor 9 Tahun 2017 tentang Pemberdayaan dan Perlindungan Industri Kreatif, Koperasi, dan Usaha Kecil sudah berjalan delapan tahun dan membutuhkan evaluasi menyeluruh.
Menurutnya, munculnya regulasi baru seperti PP No. 7 Tahun 2021 serta program Koperasi Desa Merah Putih menuntut adanya penyesuaian agar perda tersebut tidak ketinggalan zaman.
"Perda No. 9 Tahun 2017 sudah tidak sesuai dengan perkembangan terkini karena banyak aturan baru yang lahir. Oleh karena itu, perda ini perlu direview secara komprehensif," tegas Arif dikutip dari Harianjogja.com, Minggu (28/9/2025).
Ia menambahkan, pemberdayaan UMKM di DIY harus lebih berdampak nyata.
Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar pelaku usaha kecil benar-benar merasakan manfaat dari kebijakan yang diterapkan.
Wakil Ketua DPRD DIY, Imam Taufik, juga menekankan pentingnya hasil konkret dari setiap program perlindungan UMKM.
"Saya berharap kebijakan ini tidak hanya berhenti pada program, tetapi mampu memberikan dampak nyata bagi para pelaku usaha," ujarnya.
Imam menilai revisi perda tidak sekadar menyesuaikan regulasi baru, melainkan juga memastikan perlindungan menyentuh semua skala usaha, mulai dari koperasi hingga UMKM kecil.
Baca Juga: Evaluasi Total, Sertifikasi Higienitas SPPG di DIY Bobrok, Ini Kata Sekda
Dengan demikian, tidak ada pelaku usaha yang terpinggirkan dalam pembangunan ekonomi daerah.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIY, Agus Mulyono, menjelaskan bahwa implementasi perda sejauh ini dilakukan melalui Program Sibakul.
Program tersebut meliputi enam aspek penting, yaitu penguatan SDM, kelembagaan, produksi, keuangan, pemasaran, serta digitalisasi.
Berbagai langkah penguatan UMKM di DIY ini diperkuat melalui pelatihan, pendampingan, fasilitasi permodalan, hingga penyediaan sarana prasarana dan akses teknologi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Presiden RI Minta Maaf ke Malaysia - Singapura Akibat Asap, Tapi Itu SBY...
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Rudy Masud Senyum Semringah Bersama Istri di Singapura, Media Asing: Rakyatnya Sesak Nafas
- 5 Sabun Cuci Muka Retinol untuk Atasi Penuaan: Bikin Wajah Halus, Cerah, dan Kencang
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
Pilihan
-
Belajar Hadapi Kekeringan dari Romo Kirjito, Mamanen Air Hujan yang Jatuh dari Langit
-
Krisis! Kelangkaan BBM Meluas Tak Hanya Bali, Antrean Berjam-jam
-
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Bungkam usai Viral Sarapan di Singapura
-
KPK Kembali Gelar OTT: Amankan Sejumlah Pihak di BNPB
-
Ungkap Banyak Kasus Besar, Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Ade Safri Justru Diganti
Terkini
-
UGM Buka Suara Soal Tarif Wisdom Park: Pengelola Hanya Beri Edukasi, Tidak Ada Pemungutan
-
Belajar Hadapi Kekeringan dari Romo Kirjito, Mamanen Air Hujan yang Jatuh dari Langit
-
Muhammadiyah Tegas Minta KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi BNPB
-
Kekerasan Seksual di Lembaga Pendidikan jadi Tanda Peradaban Kita Belum Akil Balig
-
75 Persen Responden Stres Hadapi Kebijakan Prabowo, Haedar Nashir Desak Pemerintah Berbenah