- Stunting di Kulon Progo tak hanya soal pemberian gizi terhadap anak
- Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan menyebut harus ada kesejahteraan keluarga dan aspek kesehatan yang mengiringi anak-anak
- Ketahanan pangan di Bumi Binangun juga akan diperkuat ke depan
SuaraJogja.id - Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan, menegaskan bahwa upaya penanganan stunting di wilayahnya harus dilakukan secara menyeluruh.
Ia menyebut, pencegahan stunting tidak cukup hanya dengan pemberian makanan tambahan, tetapi juga harus memperhatikan aspek kesehatan, psikologis, dan kesejahteraan keluarga.
"Stunting bukan hanya persoalan gizi semata, namun juga berkaitan dengan kesiapan orang tua dalam mendukung tumbuh kembang anak sejak masa kehamilan," ujar Agung dikutip dari Harianjogja.com, Minggu (5/10/2025).
Menurutnya, pencegahan stunting di Kulon Progo perlu dilakukan secara komprehensif, mulai dari menjaga kesehatan ibu hamil, memperhatikan kondisi psikologis keluarga, hingga menerapkan pola asuh yang baik.
Selain itu, pemberdayaan ekonomi masyarakat juga menjadi faktor penting dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Agung menambahkan, pemerintah daerah mendorong masyarakat untuk mengembangkan program ketahanan pangan keluarga, seperti menanam tanaman pangan dan beternak secara mandiri.
Langkah ini diharapkan mampu membantu keluarga memenuhi kebutuhan gizi sekaligus meningkatkan taraf ekonomi.
"Jika kesejahteraan meningkat, tingkat stres masyarakat akan menurun, dan anak-anak pun dapat tumbuh lebih sehat dan optimal," jelasnya.
Kegiatan pemulihan gizi bagi balita ini merupakan bagian dari inisiatif Yogyakarta International Airport (InJourney Airports) melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai bentuk dukungan terhadap pemerintah daerah dalam menekan angka stunting dan meningkatkan status gizi anak di Kulon Progo.
Baca Juga: Bukan Sekadar Antar Jemput: Bus Sekolah Inklusif Kulon Progo Dilengkapi Pelatihan Bahasa Isyarat
"Semoga program CSR ini membawa manfaat nyata bagi masyarakat Kulonprogo dan menjadi langkah menuju kemandirian serta kesejahteraan bersama," kata Agung.
Sementara itu, Branch Communication dan CSR Dept Head PT Angkasa Pura Indonesia, Anita Herawati, menjelaskan bahwa program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) 2025 mencakup pembagian 1.200 paket makanan tambahan untuk 300 balita, 60 hari pemulihan gizi bagi 40 balita kurang gizi, serta 300 paket multivitamin untuk mendukung tumbuh kembang anak.
"Program ini merupakan kelanjutan dari pelaksanaan tahun 2024. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak berkelanjutan dan membantu meningkatkan kualitas kesehatan balita di wilayah Kulon Progo," ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- 4 Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
- 4 Sepatu Lari Lokal Harga Rp100 Ribuan dengan Ulasan Terbaik, Pas Buat Jogging
- Mengenal Sosok Alexandra Askandar, Bankir Perempuan Berpengaruh di Jajaran Top Level BUMN
Pilihan
-
Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi
-
Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
-
Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
Terkini
-
Polda DIY Periksa Lima Saksi dalam Kasus Dugaan Malapraktik RSUD Prambanan
-
Diduga Terpeleset saat Tunggu Sunrise, Dua Remaja Tewas Tenggelam di Embung Kaliaji
-
Sentilan Sri Sultan HB X di Forum Jawa-Bali: Pusat Hanya Beri Teori Makro, Daerah Harus Mandiri
-
Balita 3 Tahun Tewas Diduga Korban Malapraktik RSUD Prambanan, Proses Hukum Seret Nama Direktur
-
Tangisan Haru Pengemudi! Bentor di Jogja Dimusnahkan dan Diganti Becak Listrik