- Pemkab Sleman akan memprioritaskan pembangunan infrastruktur di 2025
- Dana tersebut digunakan untuk perbaikan satu ruas jalan, tiga jembatan, serta satu gorong-gorong di wilayah Cebongan
- Terdapat lima proyek pembangunan yang total nilainya Rp5,4 miliar
SuaraJogja.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman pada akhir tahun 2025 memprioritaskan pembangunan infrastruktur melalui Anggaran Biaya Tambahan (ABT).
Fokus utama perbaikan meliputi satu ruas jalan, satu gorong-gorong, dan tiga jembatan di sejumlah wilayah Sleman.
Langkah ini sejalan dengan komitmen Bupati dan Wakil Bupati Sleman, Harda Kiswaya dan Danang Maharsa, dalam mewujudkan program "dalane alus, dalane padang" atau jalan yang halus dan terang demi kenyamanan masyarakat.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Sleman, Fauzan Ma’aruf, menjelaskan bahwa melalui ABT 2025, pemerintah daerah telah mengalokasikan dana sebesar Rp5,4 miliar untuk peningkatan infrastruktur.
Dana tersebut digunakan untuk perbaikan satu ruas jalan, tiga jembatan, serta satu gorong-gorong di wilayah Cebongan.
"Untuk peningkatan gorong-gorong di Cebongan nilainya Rp300 juta, dan kontraknya sudah dimulai sejak 17 September," ujar Fauzan, Minggu (5/10/2025).
Adapun proyek peningkatan jembatan meliputi Jembatan Denokan senilai Rp452,4 juta, Jembatan Bawuk Rp400 juta, serta Jembatan Tobongsari dengan nilai Rp1,7 miliar.
Sementara itu, peningkatan ruas jalan dilakukan di jalur Genitem–Klaci dengan pagu anggaran Rp2,9 miliar.
Total keseluruhan nilai kontrak untuk kelima proyek tersebut mencapai Rp5,3 miliar.
Baca Juga: Waspada! BPBD Sleman Ingatkan Bahaya Cuaca Ekstrem di Oktober, Joglo Bisa Terangkat Angin
Fauzan menambahkan, ketiga jembatan yang diperbaiki sebelumnya mengalami kerusakan akibat banjir sehingga memerlukan peningkatan struktur agar lebih kuat dan aman digunakan.
Seluruh kontrak pengerjaan proyek telah ditandatangani pada pertengahan September 2025.
Durasi pengerjaan setiap proyek bervariasi, namun rata-rata membutuhkan waktu maksimal 90 hari, khususnya untuk proyek jembatan.
Fauzan optimistis seluruh proyek infrastruktur yang dibiayai melalui APBD Kabupaten Sleman ini dapat selesai sesuai jadwal.
"Pekerjaan sudah berjalan, dan dengan waktu efektif dua bulan, kami targetkan rampung pada pertengahan Desember. Semoga semuanya bisa selesai tepat waktu," terang dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
Terkini
-
5 Tahun Holding UMi, Sinergi BRI, Pegadaian, dan PNM Dorong UMKM Bertumbuh
-
Lima Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, Muhammadiyah Minta Pencarian Gunakan Teknologi Terbaru
-
Heboh LHKP Muhammadiyah Cap Program MBG Haram, Haedar Nashir Buka Suara
-
Jelang Tanwir ke-114, Muhammadiyah Sentil Masalah Bangsa Menumpuk, Elite Tak Gerak Cepat
-
Dana Desa Dipangkas untuk Kopdes Merah Putih, Banyak Lurah Takut Masuk Penjara, DIY Andalkan Danais