- Kasus penyakit jantung di DIY naik drastis
- Gaya hidup menjadi pemicu naiknya kasus tersebut
- Angka kematian tahun 2024 lalu mencapai 178 pasien lebih besar dari 2020 yang mencapai 9 kematian
Ia bilang peningkatan kasus jantung koroner ini menjadi alarm penting bagi masyarakat untuk memperhatikan pola hidup.
"Banyak faktor, gaya hidup dan juga faktor genetik dari penyakit-penyakit yang merupakan risiko penyakit jantung," tandasnya.
"Lifestyle [gaya hidup], termasuk pola makan dan minim aktivitas fisik, merokok, overweight sampai obesitas. Penyakit penyerta paling banyak adalah Diabetes Mielitus," ungkapnya.
Guna menekan angka penyakit jantung di DIY, pemerintah daerah terus memperkuat berbagai program pencegahan dan layanan kesehatan.
Akhmad menyebut Dinkes aktif menjalankan sosialisasi gerakan masyarakat hidup sehat (Germas), layanan cek kesehatan gratis, skrining penyakit tidak menular, serta penguatan pelayanan jantung dan pembuluh darah di tingkat kabupaten/kota.
"Upaya kami terus dilakukan melalui Germas hidup sehat, skrining penyakit tidak menular, dan memperkuat pelayanan jantung di kabupaten dan kota," tegasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Curhat ke Sri Sultan, GNB Ungkap Krisis Kepercayaan Publik pada Negara Kian Mengkhawatirkan
-
Mobil Brimob Terserempet KA Bandara di Sedayu, Begini Kronologinya
-
Hari Anak Nasional 2026, BRI Peduli Ini Sekolahku Gelar Kegiatan Edukatif Sekolah Dasar
-
Satgas PPKPT Pastikan Kampus Jadi Ruang Aman dari Kekerasan dan Perundungan
-
Minta Rp15 Juta Tak Kunjung Diberi, Anak di Bantul Bakar Rumah Orang Tuanya