- Pemkot Jogja akan memaksimalkan RTH publik untuk pengolahan sampah organik
- RTH Warungboto akan jadi percontohan untuk RTH lain di Kota Pelajar
- Nantinya rehabilitasi menggunakan ABPD Perubahan 2025
SuaraJogja.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta bakal melakukan rehabilitasi Ruang Terbuka Hijau (RTH) publik.
Salah satu yang akan ditambah yakni terkait dengan pengelolaan sampah organik.
Kepala Bidang Ruang Terbuka Hijau Publik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta, Rina Aryati Nugraha mengatakan rehabilitasi itu menyasar RTH publik Warungboto.
Menurut Rina, di RTH publik Warungboto masyarakatnya sudah mengelola sampah organik.
Meskipun masih dalam skala kecil namun terus berkembang.
Sampah organik itu diolah jadi kompos untuk budidaya tanaman lidah budaya di RTH publik Warungboto.
"Jadi ini kita mengoptimalisasi fungsi RTH publik di Warungboto dengan menambah pengolahan sampah organik rumah maggot," kata Rina dikutip, Kamis (16/10/2025).
Dia menyatakan pengolahan sampah organik di RTH publik di Warungboto merupakan inisiatif dari masyarakat.
Sudah ada komunitas yang mengelola sampah organik ada dari komunitas/kelompok pertanian dan pengelola sampah.
Baca Juga: Ngaku Keturunan HB VII, Pria di Jogja Tipu Warga dengan Surat Kekancingan Palsu
Lahan RTH publik di Warungboto cukup luas sekitar 1.000 meter persegi.
Sehingga ada sebagian lahan yang digunakan untuk mengelola sampah organik menjadi kompos.
"Di Warungboto masyarakat sudah jalan sendiri pengelolaan sampahnya, tinggal kita support. Mereka antusias terus kita bantu," ungkapnya.
Rina menjelaskan rehabilitasi RTH publik Warungboto saat ini tengah disiapkan masuk unit layanan pengadaan secara elektronik.
Pembangunan rumah-rumah maggot menggunakan APBD Perubahan 2025. Rencana November pengerjaan rehab untuk optimalisasi RTH publik Warungboto akan dimulai dan ditargetkan selesai Desember.
"RTH publik dengan penambahan pengelolaan sampah organik di Warungboto itu akan kita jadikan percontohan optimalisasi RTH publik," tambahnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Shin Tae-yong Kasih Kode Rotasi Skuad Persija, Shayne Pattynama Bisa Unjuk Gigi di League Cup
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Bukti Negara Hadir Tingkatkan Kesehatan Masyarakat: Program CKG Sudah Deteksi Medis 105 Juta Orang
-
Usung Pelestarian Budaya Berkelanjutan, Ini Rangkaian Acara Tentrem Cultural Week 2026
-
JPW Pertanyakan Sikap Humanis Polda DIY: Ada Pelempar Berlindung di Balik Barikade Polisi
-
Polda DIY Akui Terima BKO Pasukan Luar Daerah untuk Pengamanan Aksi di Malioboro
-
Peringatan Dini Cuaca DIY: Kota Jogja hingga Sleman Berpotensi Hujan Petir