- Minuman pelepas dahaga banyak dijual di sekitar tempat wisata di Jogja
- Rujak es krim hingga es Jaipong bisa ditemukan di lokasi wisata
- Harganya sangat terjangkau dan tidak bikin kantong jebol
SuaraJogja.id - Yogyakarta tidak hanya terkenal dengan wisata budaya dan kulinernya yang melegenda seperti gudeg.
Saat matahari bersinar terik, kota ini menyimpan berbagai pilihan minuman tradisional yang siap menyegarkan kembali tenaga Anda dan keluarga.
Berikut adalah lima minuman khas Jogja yang wajib dicoba untuk mengusir dahaga.
1. Rujak Es Krim
Minuman unik ini adalah perpaduan sempurna antara rasa rujak buah yang manis-asam dengan lembut dan dinginnya es krim.
Rasanya yang kontras namun menyatu dijamin akan memberikan sensasi kesegaran yang berbeda.
Minuman ini biasanya terdiri dari aneka buah-buahan seperti nanas, mangga, pepaya, dan bengkuang yang diparut. Kemudian disiram dengan kuah rujak yang terbuat dari gula merah dan asam jawa, lalu diberi satu scoop es krim yang umumnya terbuat dari santan.
Satu porsi minuman segar ini dijual dengan rata-rata harga Rp7.000.
2. Es Buah PK
Baca Juga: Dalam Proses Finalisasi, Perda Baru Minuman Beralkohol di Kota Jogja Segera Disahkan
Es Buah PK adalah salah satu kedai es buah legendaris di Jogja yang sudah berjualan sejak tahun 1973.
Nama "PK" sendiri merupakan singkatan dari Pakuningratan, nama jalan tempat kedai ini berada.
Kesegarannya menjadi favorit warga lokal maupun wisatawan.
Isiannya terdiri dari berbagai potongan buah seperti nangka, sawo, dan alpukat.
Sebagai pelengkap, ditambahkan cincau hitam, sirup, serta susu kental manis cokelat.
Rata-rata harganya di bawah Rp15.000 per porsi.
3. Es Dawet
Es dawet adalah minuman klasik yang sangat mudah ditemukan di Jogja.
Rasa manis dari gula jawa yang berpadu dengan gurihnya santan dan kenyalnya dawet (cendol) menjadikannya pilihan sempurna untuk mendinginkan tubuh.
Cendol yang terbuat dari tepung beras atau tepung hunkwe, kuah santan, dan pemanis dari sirup gula jawa cair.
Harganya sangat terjangkau, berkisar antara Rp5.000 hingga Rp10.000.
4. Es Semlo
Es Semlo adalah minuman khas dari Keraton Yogyakarta.
Keunikannya terletak pada perpaduan rasa manis dan sedikit asam yang menyegarkan, serta aroma rempah yang membuatnya berbeda dari es lainnya.
Bahan utamanya adalah pisang yang dipotong-potong, disajikan dengan kuah dari rebusan gula pasir, air jeruk nipis, dan aneka rempah seperti kayu manis serta cengkeh.
Rata-rata harga dijual di bawah Rp15.000 per porsi.
5. Es Jaipong
Sekilas, es jaipong mungkin terlihat mirip dengan es campur pada umumnya, namun isiannya yang khas menjadikannya minuman yang patut dicoba.
Berlokasi di kawasan Kotabaru, es ini menjadi favorit banyak orang untuk berbuka puasa atau sekadar melepas dahaga.
Satu mangkuknya berisi sagu mutiara, cincau, tape singkong, dan adonan dari tepung hunkwe yang kenyal.
Semua isian ini kemudian disiram dengan kuah gula merah yang manis.
Harganya sangat murah, satu porsinya hanya sekitar Rp5.000.
Berita Terkait
Terpopuler
- 63 Kode Redeem FF Terbaru 21 Januari: Ada Groza Yuji Itadori, MP40, dan Item Jujutsu
- 36 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 22 Januari: Klaim TOTY 115-117, Voucher, dan Gems
- 5 Motor Bekas 6 Jutaan Cocok untuk Touring dan Kuat Nanjak, Ada Vixion!
- Mobil 7 Seater dengan Harga Mirip Mitsubishi Destinator, Mana yang Paling Bertenaga?
- Alur Lengkap Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Pariwisata Sleman yang Libatkan Eks Bupati Sri Purnomo
Pilihan
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
-
Fit and Proper Test BI: Solikin M Juhro Ungkap Alasan Kredit Loyo Meski Purbaya Banjiri Likuiditas
-
Dompet Kelas Menengah Makin Memprihatinkan, Mengapa Kondisi Ekonomi Tak Seindah yang Diucapkan?
-
5 Rekomendasi HP Rp1 Jutaan RAM 8 GB Terbaik Januari 2026, Handal untuk Gaming dan Multitasking
-
Harda Kiswaya Jadi Saksi di Sidang Perkara Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Dukung Transformasi Hijau, 39 Aparatur OIKN Tuntaskan Pelatihan Khusus Smart Forest City di UGM
-
Panas! Hakim Bakal Konfrontasi Harda Kiswaya dan Saksi-saksi Lain di Sidang Dana Hibah Pariwisata
-
Harda Kiswaya Bantah Bertemu Raudi Akmal Terkait Dana Hibah Pariwisata
-
Jalan Kaki, Sepeda, atau Lari 10 KM: Cara Baru ASN Jogja Ngantor Imbas Kebijakan Bebas Kendaraan
-
Harda Kiswaya Jadi Saksi di Sidang Perkara Dana Hibah Pariwisata