- Trah Sultan HB II mengajukan pengelolaan naskah Jawa yang dibawa pulang ke Inggris pada Geger Sepehi 1812
- British Library mengonfirmasi bahwa mereka menyimpan sekitar 500 manuskrip dari Indonesia
- Perlu ada koordinasi meluas antara BRIN dan Menteri Kebudayaan soal naskah Jawa tersebut
SuaraJogja.id - Trah Sri Sultan Hamengku Buwono II (HB II) mengajukan tiga usulan utama kepada British Library di London.
Hal itu terkait dengan pengelolaan dan pelestarian naskah-naskah Jawa yang dibawa ke Inggris sejak peristiwa Geger Sepehi 1812.
Usulan tersebut meliputi kerja sama ilmiah jangka panjang, panduan teknis hak cipta dan akses, serta pendirian Pusat Scriptorium dan Arsip di Yogyakarta.
Ketua Yayasan Vasatii Socaning Lokika sekaligus trah Sultan HB II, Fajar Bagoes Poetranto, mengatakan usulan pertama adalah membangun inisiatif akademik kolaboratif jangka panjang antara British Library dan perwakilan dari Indonesia.
"Kerja sama ini akan fokus pada kajian dan interpretasi berkelanjutan terhadap manuskrip-manuskrip Jawa. Melibatkan pembacaan, penerjemahan, dan kontekstualisasi teks-teks kunci secara bersama-sama melibatkan ahli, sejarawan, dan pakar aksara tradisional Jawa," kata Fajar dikutip, Senin (20/10/2025).
Tujuannya untuk memastikan bahwa warisan intelektual dalam manuskrip dapat dipahami secara mendalam dengan melibatkan para ahli dari Indonesia.
Usulan kedua, Fajar bilang masih berkaitan dengan panduan teknis mengenai hak cipta dan akses terhadap naskah yang sudah didigitalisasi.
"Meskipun kami menyadari bahwa akses penuh tersedia melalui Wikimedia Commons, kami berharap untuk mendiskusikan ketentuan yang sesuai di mana sebagian dari karya-karya ini dapat diterbitkan kembali dalam pengaturan pendidikan dan budaya di Indonesia, dengan pengakuan yang layak kepada British Library," ungkapnya.
Sementara usulan ketiga adalah rencana pendirian Pusat Scriptorium dan Arsip di Yogyakarta.
Baca Juga: Prabowo Subianto Berdarah Sultan HB II? Keluarga Keraton Yogyakarta Ungkap Fakta Mengejutkan
Hal itu ditujukan sebagai ruang konservasi, penelitian, dan edukasi publik tentang warisan manuskrip Jawa.
Trah Sultan Hamengkubuwono II berharap dapat menjalin kemitraan lebih erat dengan British Library dalam upaya ini.
Ketiga usulan tersebut menjadi bagian dari misi besar Trah Sultan HB II untuk menghidupkan kembali naskah-naskah peninggalan leluhur yang kini tersimpan di luar negeri.
Langkah ini juga dimaksudkan untuk membangun kemandirian akademik dan memperkuat peran Indonesia dalam mengelola warisan intelektualnya sendiri.
Sementara itu, Perwakilan Konsorsium Nusantaram Eva Raksamahe, Stev. Agung Budyawan, menekankan bahwa inisiatif di sini bukan semata tentang pengembalian fisik manuskrip, melainkan kemitraan yang sejajar.
Ia turut mengapresiasi langkah Yayasan Vasanti dan Annabel T. Gallop yang telah berkomitmen 'mengembalikan' 482 naskah- naskah digital Nusantara yang selama ini tersimpan di British Library. Namun hal itu seharusnya tak berhenti di sana.
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Jelang COP31, Jaringan Orang Muda Kritik Eksploitasi Alam di Jogja, Rakyat yang Tanggung Akibatnya
-
Korban Luka Kericuhan Malioboro Capai 116 Orang, 13 Jalani Dirawat Inap
-
Bukti Negara Hadir Tingkatkan Kesehatan Masyarakat: Program CKG Sudah Deteksi Medis 105 Juta Orang
-
Usung Pelestarian Budaya Berkelanjutan, Ini Rangkaian Acara Tentrem Cultural Week 2026
-
JPW Pertanyakan Sikap Humanis Polda DIY: Ada Pelempar Berlindung di Balik Barikade Polisi