- Pemkab Sleman menyediakan beasiswa melalui Sleman Pintar untuk warga melanjutkan sekolah
- Beasiswa ini sebagai cara untuk membantu warga mengubah status ekonomi lebih baik
- Program ini disasarkan ke warga miskin
SuaraJogja.id - Ribuan keluarga miskin dan rentan miskin di Kabupaten Sleman diberi kesempatan untuk memperbaiki status ekonominya.
Salah satunya melalui program unggulan Sleman Pintar.
Melalui program unggulan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman ini, anak-anak dari keluarga miskin dan rentan miskin mendapat kesempatan untuk kuliah dan membuka jalan menuju kehidupan yang lebih sejahtera.
Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Sleman, Sarastomo Ari Saptoto, mengatakan program tersebut menjadi salah satu upaya strategis untuk memutus rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan.
Dia bilang program Sleman Pintar tahun 2025 ini sudah bekerja sama dengan beberapa perguruan tinggi, Amikom Yogyakarta, Aisyiyah Yogyakarta, UTY, Polbangtan, dan Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STPD).
"2026 akan lebih banyak lagi yang diajak, mungkin sekitar 40-an lebih," kata Ari kepada wartawan, Senin (20/10/2025).
Pemkab Sleman bahkan telah mengalokasikan Rp8,6 miliar untuk program beasiswa Sleman Pintar pada 2025.
Adapun kuota total bagi penerima manfaat ini ada 224 mahasiswa dibagi untuk lima kampus di Sleman.
Program ini menjadi kesempatan bagi anak-anak keluarga miskin dan rentan miskin untuk naik kelas sosial.
Baca Juga: Panewu Dilibatkan, Sleman Perketat Pengawasan Program Makan Bergizi Gratis, Ini Alasannya
Berdasarkan data Dinas Sosial Sleman, jumlah keluarga miskin di Bumi Sembada mencapai 28.678 KK.
Sementara keluarga rentan miskin mencapai 128.259 KK.
"Kalau putra-putri [keluarga miskin dan rentan miskin] termasuk di sini [data itu] ya mereka punya peluang yang sama mengakses program Sleman Pintar ini. Jadi ini kompetisi di antara keluarga miskin dan rentan miskin," ungkapnya.
Ari menjelaskan, kriteria penerima program Sleman Pintar ini di antaranya ber KK/KTP Kabupaten Sleman, anak dari keluarga miskin atau rentan miskin/ penerima manfaat program keluarga harapan (PKH) atau orang tua penyandang disabilitas tidak mampu.
Adapun aturan keluarga miskin atau rentan miskin itu mengacu dalam keputusan Menteri Sosial Nomor 262 Tahun 2022.
Kemudian untuk calon peserta minimal lulusan SMA/SMK/sederajat pada 3 tahun terakhir serta memiliki nilai ijazah minimal 7,00 serta paling penting memiliki motivasi untuk kuliah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Jogja Dibanjiri Event, Pelaku Industri Kreatif Diingatkan Jangan Ganggu Aktivitas Warga
-
Yogyakarta Jadi Magnet Turis Asing, 126 Ribu WNA Gunakan Kereta Sepanjang Semester I 2026
-
Efisiensi Anggaran Pertahanan Diusulkan, Pakar Ingatkan Jangan Korbankan Kesiapan Alutsista
-
Menteri LH Akui Negara Kecolongan, Siap Tindak Tegas Perusak Alam Usai Berguru ke Sultan Jogja
-
SD Negeri Banyak yang Kekurangan Murid, Pemerintah Siapkan Opsi 'Regrouping'